Bisnis Pengiriman dan Logistik Tetap Menjanjikan, Ini Strategi KJN
Kamis, 16 Desember 2021 - 23:01 WIB
Antara lain diversikasi produk pengiriman di sektor paket dan logistik (same day dan kargo service) dan pengembangan jasa trucking baik dasi segi first mile maupun middle mile. Selain itu juga pengembangan jasa warehousing, pengembangan jaringan distribusi based-on target segmented, serta penetrasi segmen retail based-on social media dan e-commerce.
Sunarto menjelaskan, pada tahun 2021 ini pendapatan KJN masih didominasi segmen B2B dari berbagai bidang usaha seperti perbankan, asuransi, telekomunikasi, F&B, healthcare, fashion dan sparepart.
"Memasuki kuartal III tahun 2021, kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 58,42% atau sebesar Rp2,66 miliar, dari kuartal II sebesar Rp4,55 miliar menjadi Rp7,21 miliar pada kuartal III," bebernya pada acara Public Expose Tahun 2021, di Jakarta, Kamis (16/12/2021).
Baca juga: Transaksi Digital Perbankan Diproyeksi Capai Rp48.600 Triliun di 2022
Sementara itu pada kuartal III/2021 perusahaan mencatatkan kerugian usaha sebesar Rp2,44 miliar atau naik 111,53% dari rugi usaha kuartal II yang sebesar Rp1,16 miliar. Namun, sambung dia, kerugian usaha tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan kerugian pada kuartal III/2020 yang sebesar Rp2,71 miliar.
Sunarto menjelaskan, pada tahun 2021 ini pendapatan KJN masih didominasi segmen B2B dari berbagai bidang usaha seperti perbankan, asuransi, telekomunikasi, F&B, healthcare, fashion dan sparepart.
"Memasuki kuartal III tahun 2021, kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 58,42% atau sebesar Rp2,66 miliar, dari kuartal II sebesar Rp4,55 miliar menjadi Rp7,21 miliar pada kuartal III," bebernya pada acara Public Expose Tahun 2021, di Jakarta, Kamis (16/12/2021).
Baca juga: Transaksi Digital Perbankan Diproyeksi Capai Rp48.600 Triliun di 2022
Sementara itu pada kuartal III/2021 perusahaan mencatatkan kerugian usaha sebesar Rp2,44 miliar atau naik 111,53% dari rugi usaha kuartal II yang sebesar Rp1,16 miliar. Namun, sambung dia, kerugian usaha tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan kerugian pada kuartal III/2020 yang sebesar Rp2,71 miliar.
Lihat Juga :