Turunkan Bunga Penjaminan, LPS Dorong Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 24 Desember 2021 - 18:05 WIB
“Kebijakan TBP diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Dengan TBP yang rendah saat ini maka perbankan akan lebih memiliki fleksibilitas dalam mendorong penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih rendah,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata mengungkapkan, kondisi perbankan di tahun 2022 diproyeksikan dapat tumbuh positif. Dengan modal cukup kuat dan likuiditas perbankan yang cukup longgar.
"Di 2022 perbankan masih memiliki kemampuan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan. Diharapkan dapat meningkatkan semangat pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan kegiatan ekonomi,” kata Pranata.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, BCA Syariah optimis untuk dapat meningkatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan di kisaran 8-10% di tahun 2022. Untuk mendukung target tersebut, BCA Syariah bersinergi dengan BCA sebagai induk usaha di antaranya dengan menurunkan biaya dana melalui pengembagan infrastruktur layanan e-channel.
Ekonom Ryan Kiryanto menyoroti ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda dengan hadirnya varian baru Covid-19, Omicron. Meski ada yang menyebut tidak seganas varian Delta, namun Omicron tetaplah virus yang harus diwaspadai karena bisa berdampak pada ekonomi global.
Sementara itu, Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata mengungkapkan, kondisi perbankan di tahun 2022 diproyeksikan dapat tumbuh positif. Dengan modal cukup kuat dan likuiditas perbankan yang cukup longgar.
"Di 2022 perbankan masih memiliki kemampuan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan. Diharapkan dapat meningkatkan semangat pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan kegiatan ekonomi,” kata Pranata.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, BCA Syariah optimis untuk dapat meningkatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan di kisaran 8-10% di tahun 2022. Untuk mendukung target tersebut, BCA Syariah bersinergi dengan BCA sebagai induk usaha di antaranya dengan menurunkan biaya dana melalui pengembagan infrastruktur layanan e-channel.
Ekonom Ryan Kiryanto menyoroti ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda dengan hadirnya varian baru Covid-19, Omicron. Meski ada yang menyebut tidak seganas varian Delta, namun Omicron tetaplah virus yang harus diwaspadai karena bisa berdampak pada ekonomi global.
Lihat Juga :