Ramalan Morgan Stanley Soal Kebangkitan Ekonomi China di Tahun Baru 2022

Rabu, 05 Januari 2022 - 06:32 WIB
Pembatasan impor batu bara Australia, serta rencana China untuk mengurangi emisi karbon dan lonjakan ekspor berkontribusi pada pemadaman listrik di seluruh negeri awal tahun ini. Morgan Stanley, juga mencatat bahwa target energi dan tujuan untuk mengurangi konsumsi daya juga ternyata "terlalu agresif" karena pertumbuhan PDB China sangat bergantung pada produksi industri.

Baca Juga: Tantangan Besar Ekonomi China di 2022: Membuat Rakyatnya Belanja

"Namun, begitu masalah kekurangan batu bara muncul, para pembuat kebijakan telah melakukan intervensi dengan cepat dan efektif," tulis bank itu.

Akan ada "reset" dari target energi pada tahun 2022, katanya. "Kami telah melihat perputaran cepat dalam produksi dan ketersediaan batu bara, dengan tambang dimulai kembali produksi dan produsen listrik diizinkan untuk menaikkan harga untuk menutupi kenaikan biaya input," tulis Morgan Stanley.

4. Arus Ekspor Tetap Kuat

Bank juga mengatakan, pendekatan nol-Covid China telah mencegah gangguan pada produksi pabrik dan bahkan menyebabkan peningkatan pangsa ekspor globalnya. "Latar belakang global yang menguntungkan, harus lebih mendorong pertumbuhan perdagangan yang kuat," tulis Morgan Stanley.

Bank mencatat, bagaimanapun, salah satu faktor yang mungkin membuat investor berhati-hati tentang apabila jika terjadi gangguan rantai pasokan dan kemacetan bakal kembali normal tahun depan menyebabkan China untuk berbagi bagiannya dari nilai ekspor global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!