CEO Pfizer: Vaksin Omicron Bakal Siap Maret 2022
Senin, 10 Januari 2022 - 23:27 WIB
Bourla juga menerangkan, vaksin juga disiapkan untuk varian lain yang beredar. Dia mengatakan, masih belum jelas apakah vaksin omicron diperlukan atau bagaimana vaksin itu akan digunakan, tetapi Pfizer akan memproduksi beberapa dosis yang siap dua bulan lagi, lantaran beberapa negara menginginkannya sesegera mungkin.
"Harapannya adalah bahwa kita akan mencapai sesuatu dengan beberapa cara, yakni perlindungan yang lebih baik terutama terhadap infeksi. Perlindungan agar tidak sampai rawat inap dan kondisi yang parah, saat ini masuk akal sekarang, dengan vaksin ini katakanlah Anda memiliki dosis ketiga," ucap Bourla.
Sementara itu data dari Inggris telah menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna hanya sekitar 10% efektif dalam mencegah infeksi simtomatik dari omicron, atau 20 minggu setelah dosis kedua, menurut studi dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris. Namun, dua dosis masih memberikan perlindungan yang baik untuk mencegah kondisi yang lebih parah, ungkap studi yang dilakukan.
Suntikan booster diyakini 75% efektif dalam mencegah infeksi simtomatik, menurut penelitian. Kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci mengatakan, pada bulan Desember bahwa tidak perlu suntikan booster yang secara khusus menargetkan omicron, karena booster saat ini bekerja dengan baik terhadap varian tersebut.
Baca Juga: Banyak Orang Plesiran ke Luar Negeri, Luhut Sampai Mohon-mohon Minta Tahan Diri
"Harapannya adalah bahwa kita akan mencapai sesuatu dengan beberapa cara, yakni perlindungan yang lebih baik terutama terhadap infeksi. Perlindungan agar tidak sampai rawat inap dan kondisi yang parah, saat ini masuk akal sekarang, dengan vaksin ini katakanlah Anda memiliki dosis ketiga," ucap Bourla.
Sementara itu data dari Inggris telah menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna hanya sekitar 10% efektif dalam mencegah infeksi simtomatik dari omicron, atau 20 minggu setelah dosis kedua, menurut studi dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris. Namun, dua dosis masih memberikan perlindungan yang baik untuk mencegah kondisi yang lebih parah, ungkap studi yang dilakukan.
Suntikan booster diyakini 75% efektif dalam mencegah infeksi simtomatik, menurut penelitian. Kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci mengatakan, pada bulan Desember bahwa tidak perlu suntikan booster yang secara khusus menargetkan omicron, karena booster saat ini bekerja dengan baik terhadap varian tersebut.
Baca Juga: Banyak Orang Plesiran ke Luar Negeri, Luhut Sampai Mohon-mohon Minta Tahan Diri
Lihat Juga :