Dapat Pendanaan, Perusahaan Ini Target Kelola 1.000 Ton Sampah per Hari
Selasa, 11 Januari 2022 - 16:55 WIB
Perusahaan asal Singapura suntik dana perusahaan pengelolaan sampah di Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Reciki Solusi Indonesia (Reciki), salah satu perusahaan pengelolaan sampah swasta di Indonesia, mendapatkan suntikan dana dari Circulate Capital Ocean Fund (CCOF). CCOF adalah bagian dari Circulate Capital, perusahaan manajemen investasi berbasis di Singapura yang mendanai usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memerangi polusi plastik di laut dan perubahan iklim.
Baca juga: Bangun Kapal Selam, PT PAL Terima PMN Rp1,28 Triliun
Melalui investasi yang dilakukan oleh CCOF, Reciki berencana untuk menambah fasilitasnya di seluruh Indonesia, dengan ambisi untuk memproses lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Hal ini akan mereplikasi efisiensi sistem Reciki dalam memproses setidaknya enam kali lebih banyak sampah dibandingkan layanan serupa yang tersedia di pasar pada tahun 2020.
Selain itu, ekspansi Reciki diharapkan dapat menciptakan lebih dari 400 lapangan kerja yang aman, stabil, dan bermartabat di sektor formal dan membuka jalan untuk formalisasi pekerja sektor informal di industri pengelolaan sampah.
"Kami percaya Reciki akan memberikan dampak nyata dan membantu Indonesia mencapai ambisi kepemimpinan dalam pencegahan polusi plastik," kata pendiri dan CEO dari Circulate Capital Rob Kaplan, dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).
Didirikan pada tahun 2019 sebagai solusi homegrown atau buatan lokal terhadap pengelolaan sampah yang memenuhi kebutuhan spesifik kota-kota di Indonesia, visi Reciki adalah mencapai ambisi zero- waste-to-landfill melalui fasilitas pemulihan material atau material recovery facilities (MRF) terdepan.
Baca juga: Bangun Kapal Selam, PT PAL Terima PMN Rp1,28 Triliun
Melalui investasi yang dilakukan oleh CCOF, Reciki berencana untuk menambah fasilitasnya di seluruh Indonesia, dengan ambisi untuk memproses lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Hal ini akan mereplikasi efisiensi sistem Reciki dalam memproses setidaknya enam kali lebih banyak sampah dibandingkan layanan serupa yang tersedia di pasar pada tahun 2020.
Selain itu, ekspansi Reciki diharapkan dapat menciptakan lebih dari 400 lapangan kerja yang aman, stabil, dan bermartabat di sektor formal dan membuka jalan untuk formalisasi pekerja sektor informal di industri pengelolaan sampah.
"Kami percaya Reciki akan memberikan dampak nyata dan membantu Indonesia mencapai ambisi kepemimpinan dalam pencegahan polusi plastik," kata pendiri dan CEO dari Circulate Capital Rob Kaplan, dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).
Didirikan pada tahun 2019 sebagai solusi homegrown atau buatan lokal terhadap pengelolaan sampah yang memenuhi kebutuhan spesifik kota-kota di Indonesia, visi Reciki adalah mencapai ambisi zero- waste-to-landfill melalui fasilitas pemulihan material atau material recovery facilities (MRF) terdepan.
Lihat Juga :