Kejar Target Produksi 1,8 Juta Ton di 2025, PTPN III Restrukturisasi Bisnis Gula

Jum'at, 14 Januari 2022 - 22:36 WIB
Produktivitas tebu petani beberapa tahun belakangan ini masih sangat rendah yaitu di bawah 70 ton tebu per hektar (ha). Foto/Ist
JAKARTA - Ketahanan gula nasional menjadi fokus utama Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) . Untuk itu, PTPN melakukan restrukturisasi bisnis gula.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara M Abdul Ghani mengatakan, restrukturisasi bisnis gula menjadi bagian dari 88 program strategis Kementerian BUMN. Program ini diharapkan menjawab tantangan ketahanan gula nasional.



Perseroan ditugaskan pemegang saham melipatgandakan produksi gula menjadi 1,8 juta ton guna mendukung swasembada gula konsumsi pada 2025 mendatang. Langkah itu sekaligus menjadi program kesejahteraan para petani tebu rakyat.

Baca juga: Maniss! Perusahaan Gula Terbesar di Timteng Siap Investasi Rp28 Triliun

Ghani mencatat, langkah strategis yang dilakukan Holding Perkebunan Nusantara adalah membentuk PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) pada 17 Agustus 2021 lalu.

SGN merupakan gabungan tujuh anak perusahaan pengelola perkebunan tebu yaitu PTPN II di Sumatera Utara, PTPN VII di Lampung, PTPN IX di Jawa Tengah, PTPN X, PTPN XI, dan PTPN XII di Jawa Timur, serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Pembentukan PT SGN, kata Ghani, memiliki tiga inisiatif utama yaitu modernisasi pabrik gula, Intensifikasi melalui peningkatan produktivitas, serta ekstensifikasi lahan dengan cara sinergi BUMN dan program kemitraan dengan petani tebu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!