Potensial Raup Miliaran Rupiah, Investasi NFT Mesti Hati-hati

Senin, 17 Januari 2022 - 15:02 WIB
Baca Juga: Bikin Ghozali Jadi Miliarder Cuman Jualan Foto Selfie, Apa Sih NFT?

Dia mengungkapkan, investasi di perusahaan yang memiliki underlying dan aset riil saja perlu hati-hati, apalagi seperti blokchain hingga NFT. Tentu prinsip tersebut perlu diterapkan sebelum menanamkan investasi di produk yang fundamentalnya tidak jelas.

Pasalnya, berinvestasi pada produk dengan fundamental rendah risikonya lebih besar. Ia mengingatkan terkait krisis global tahun 2008 yang disebabkan oleh produk mortgage-backed securities (MBS) dan collateralized debt obligations (CDO).

Surat berharga MBS dan CDO tersebut berasal dari berbagai kredit kepemilikan rumah (KPR) di Amerika yang tidak diteliti kemampuan membayar dari debitur KPR. Akibatnya ketika para debitur ramai-ramai tidak membayar KPR mereka karena berbagai alasan, pasar MBS dan CDO runtuh seketika dan merugikan para investor.

Krisis tahun 2008 yang dikenal sebagai subprime mortgage ini membangkrutkan perusahaan pialang besar seperti Fannie Mae, Freddie Mac, Lehman Brothers sampai menimbulkan kerusakan parah pada sistem perbankan negara Islandia.

Selain itu perlu juga dipertimbangkan dampak kerusakan lingkungan karena proses komputansi terkait blockchain, kripto dan NFC membutuhkan konsumsi energi yang luar biasa besar. Analisis Universitas Cambridge menemukan bahwa penambangan bitcoin mengkonsumsi 121,36 terawatt-per jam per tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!