Teten Masduki Beberkan Kendala Produksi Kopi Nusantara

Senin, 17 Januari 2022 - 18:11 WIB
Tantangan berikutnya adalah minimnya dukungan riset dan pengembangan (R&D), perawatan dan pemupukan. Padahal, menurut Teten, Indonesia sudah memiliki pusat penelitian kopi sejak lama.

"Kita sudah punya Puslitkoka (Pusat Penelitian Kakau dan Kopi) di Jember sejak zaman kolonial. Di sana banyak peneliti hebat dan banyak hasil penelitian yang kita perlu terus dukung pengembangan produksinya," terangnya.

Teten menyampaikan, saat ini Indonesia sedang menghadapi perubahan iklim yang akan berdampak pada supplier kopi, terutama kopi arabika. Pasalnya, kopi arabika merupakan tumbuhan yang harus ditanam dengan ketinggian di atas 1.000 meter.

"Kalau suhunya makin meningkat akan sulit nanti kita bisa memproduksi kopi arabika karena kopi tersebut tidak cocok ditanam di dataran rendah, mudah terserang dengan karat daun," jelasnya.

Kendati demikian, Teten bilang, penanaman kopi tersebut akan bersinggungan dengan konservasi atau pelestarian lingkungan. Makanya, penting dilakukan riset oleh para peneliti agar Indonesia mampu melakukan pengembangan kopi arabika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!