Larangan Ekspor Nikel Mentah Membuahkan Hasil, Jokowi: Selanjutnya Bauksit hingga Timah
Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:34 WIB
“Meningkat dari sebelumnya hanya USD 1,1 miliar di tahun 2014. Dari Rp. 15 triliun kemudian meloncat kepada Rp.300 triliun. Itu karena peningkatan nilai tambah di dalam negeri,” tuturnya.
Dia juga kembali menyampaikan bahwa setelah nikel akan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit, tembaga, timah dan emas. Baca Juga: Wujudkan Kemandirian Energi Indonesia, Pertamina Siap Memulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME
“Tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah. Tahun 2022, ini saya kira kita bisa mencapai ekspor khusus untuk nikel mencapai USD 28 sampai 30 miliar. Berarti sudah kira-kira Rp.420 triliun. Itu perkiraan,” ujarnya.
“Dan sekali lagi setelah nikel kita akan mendorong investasi di sektor bauksit, di sektor tembaga, di sektor timah, di sektor emas, dan lain-lainnya yang biasanya kita mengekspor dalam bentuk raw material atau bahan mentah,” pungkasnya.
Dia juga kembali menyampaikan bahwa setelah nikel akan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit, tembaga, timah dan emas. Baca Juga: Wujudkan Kemandirian Energi Indonesia, Pertamina Siap Memulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME
“Tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah. Tahun 2022, ini saya kira kita bisa mencapai ekspor khusus untuk nikel mencapai USD 28 sampai 30 miliar. Berarti sudah kira-kira Rp.420 triliun. Itu perkiraan,” ujarnya.
“Dan sekali lagi setelah nikel kita akan mendorong investasi di sektor bauksit, di sektor tembaga, di sektor timah, di sektor emas, dan lain-lainnya yang biasanya kita mengekspor dalam bentuk raw material atau bahan mentah,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :