Hadapi Tatanan Baru, Kementan Perkuat Sistem Logistik Nasional

Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:22 WIB
Kedua, kata Agung, adalah perbaikan sistem distribusi. Caranya dengan meningkatkan kelancaran distribusi pangan yang meliputi program penyederhanaan rantai pasok dan intervensi distribusi, pengembangan nasional dan regional food hub serta pembangunan sistem jual beli e-commerce.

Ketiga, kelembagaan distribusi pangan. Koordinasi dan sinergitas antar pelaku logistik yang meliputi program penguatan pera pelaku logistik, pembentukan lembaga logistik, dan harmonisasi peraturan serta kebijakan sistem logistik pangan.

"Strategi keempat tentang peningkatan konsumsi pangan lokal dengan meningkatkan konsumsi lokal yang meliputi pengembangan kawasan atau UMKM dan kampanye gerakan konsumsi pangan lokal," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN, Budi Sadikin mengatakan, bahwa sistem logistik pangan nasional sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Bahkan, sistem ini sudah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo, terutama dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, kualitas pangan, dan kesinambungan maupun kemandirian.

"Untuk itu, BUMN memiliki strategi yang sudah disusun dalam mendorong mandat Presiden tersebut. Pertama dengan membentuk klaster BUMN pangan seperti SHS, Berdikari, Perindo, RNI, PT Garam, Bulog, dan lain-lain. Kedua kita akan membangun industri pangan modern, ketiga membangun model kerjasama yang baru, dan terakhir regifusi pemasaran," tutupnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!