Gelar Rakerda, PHRI Harap Hotel, Restoran dan UMKM Bangkit
Minggu, 06 Februari 2022 - 12:33 WIB
"Semua usaha bisa bergerak dan tumbuh jika okupansi hotel naik. Beberapa contohnya adalah pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang oleh-oleh dan sebagainya. Pedagang sayur misalnya dapat tumbuh karena di hotel membutuhkan sayur untuk di hidangkan. Dengan bertumbuhnya hotel, maka pemerintah juga dapat menarik pajak lebih banyak," paparAnggiat.
Lanjut Anggiat, berbagai sendi-sendi usaha mampu tumbuh dengan bergeliatnya hotel dan restoran. Sehingga dia berharap, pemerintah memberikan atensi khusus untuk membantu meningkatkan okupansi atau tingkat hunian hotel.
"Kami berharap pemerintah memberikan bantuan. Apakah misalnya memungkinkan pemerintah bisa fokus melakukan bisnis to bisnis dengan maskapai penerbangan yang belakangan semakin menurun jumlahnya. Karena semakin besar penerbangan, maka makin banyak pula okupansi," jelas General Manager Hotel Claro Makassar itu.
Dalam Rakerda III itu, Anggiat turut membahas rencana kolaborasi unfuk meningkatkan komoditas khas Sulsel, seperti ikan bolu dan kopi. "Selanjutnya kami akan mengusung kegiatan bersifat kolaborasi untuk mengangkat hasil alam Sulsel seperti ikan bolu dan kopi. Salah satu caranya misalnya menghadirkan wisata tambak. Kalau itu bisa menjadi hal yang kita gerakkan maka tidak sulit menggerakkan ekonomi," ujarnya.
Tidak ketinggalan, PHRI Sulsel juga menggelar diskusi tentang Perpajakan yang dibawakan langsung oleh Kakanwil DJP Sulselbatra Arridel Mindra. "Rakerda PHRI ini bisa menjadi momentum sebagai pandangan konstruktif bagi pemerintah provinsi. khususnya tentang UU HPP," ungkap Anggiat.
Lanjut Anggiat, berbagai sendi-sendi usaha mampu tumbuh dengan bergeliatnya hotel dan restoran. Sehingga dia berharap, pemerintah memberikan atensi khusus untuk membantu meningkatkan okupansi atau tingkat hunian hotel.
"Kami berharap pemerintah memberikan bantuan. Apakah misalnya memungkinkan pemerintah bisa fokus melakukan bisnis to bisnis dengan maskapai penerbangan yang belakangan semakin menurun jumlahnya. Karena semakin besar penerbangan, maka makin banyak pula okupansi," jelas General Manager Hotel Claro Makassar itu.
Dalam Rakerda III itu, Anggiat turut membahas rencana kolaborasi unfuk meningkatkan komoditas khas Sulsel, seperti ikan bolu dan kopi. "Selanjutnya kami akan mengusung kegiatan bersifat kolaborasi untuk mengangkat hasil alam Sulsel seperti ikan bolu dan kopi. Salah satu caranya misalnya menghadirkan wisata tambak. Kalau itu bisa menjadi hal yang kita gerakkan maka tidak sulit menggerakkan ekonomi," ujarnya.
Tidak ketinggalan, PHRI Sulsel juga menggelar diskusi tentang Perpajakan yang dibawakan langsung oleh Kakanwil DJP Sulselbatra Arridel Mindra. "Rakerda PHRI ini bisa menjadi momentum sebagai pandangan konstruktif bagi pemerintah provinsi. khususnya tentang UU HPP," ungkap Anggiat.
Lihat Juga :