Ada Ancaman Invasi Rusia ke Ukraina, Harga Minyak Dunia Mendidih
Senin, 14 Februari 2022 - 13:30 WIB
Baca Juga: Jenderal Kiev: Darah Tentara Rusia Akan Banjiri Ukraina jika Nekat Invasi
Komentar Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan Rusia di Ukraina telah mengguncang pasar keuangan global. Pada Minggu (13/2), AS menyebut bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina kapan saja dan mungkin membuat dalih yang mengejutkan untuk melakukan serangan.
"Jika pergerakan pasukan terjadi, minyak mentah Brent tidak akan mengalami kesulitan melanjutkan reli di atas level USD100," kata Analis OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Senin (14/2/2022).
Badan Energi Internasional (IEA) sebelumnya mengatakan terdapat kesenjangan antara produksi OPEC+ dan targetnya yang melebar menjadi 900.000 barel per hari pada Januari.
"Kami mencatat tanda-tanda kesulitan di seluruh kelompok produsen, tujuh anggota OPEC-10 gagal memenuhi kenaikan kuota di bulan itu, dengan kekurangan terbesar ditunjukkan oleh Irak," kata Analis JP Morgan dalam catatannya.
Komentar Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan Rusia di Ukraina telah mengguncang pasar keuangan global. Pada Minggu (13/2), AS menyebut bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina kapan saja dan mungkin membuat dalih yang mengejutkan untuk melakukan serangan.
"Jika pergerakan pasukan terjadi, minyak mentah Brent tidak akan mengalami kesulitan melanjutkan reli di atas level USD100," kata Analis OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Senin (14/2/2022).
Badan Energi Internasional (IEA) sebelumnya mengatakan terdapat kesenjangan antara produksi OPEC+ dan targetnya yang melebar menjadi 900.000 barel per hari pada Januari.
"Kami mencatat tanda-tanda kesulitan di seluruh kelompok produsen, tujuh anggota OPEC-10 gagal memenuhi kenaikan kuota di bulan itu, dengan kekurangan terbesar ditunjukkan oleh Irak," kata Analis JP Morgan dalam catatannya.
Lihat Juga :