Mimpi Setiap UMKM Harus Memiliki Akses yang Sama ke Teknologi
Jum'at, 18 Februari 2022 - 14:21 WIB
Setiap UMKM harus memiliki akses yang sama untuk mengakses teknologi dan ekonomi digital untuk menjadi bagian dari pembangunan ekonomi. Foto/Dok
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perkembangan teknologi digital dapat mampu membantu UMKM bersaing di tingkat global. Hal ini yang menjadi latar belakang Adi Wahyu Rahadi menghadirkan aplikasi wirausaha untuk UMKM, yaitu Majoo.
“Saat kuliah saya terpilih untuk mengikuti GSVC (Global Social Venture Competition), disana saya berkompetisi dengan Harvard, Stanford dan MIT Sloan. Setelah kompetisi tersebut saya sadar bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang profitabilitas, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih besar pada saat yang bersamaan," tutur Founder dan CEO majoo, Adi Wahyu Rahadi.
Baca Juga: Jakarta Punya World Halal Centre, Anies Optimistis Pasar UMKM DKI Semakin Mendunia
Majoo menjadi aplikasi wirausaha terlengkap dengan ekosistem digital terbesar serta terintegrasi untuk mendukung industri UMKM. Fitur unggulan aplikasi majoo adalah kasir, pengelolaan keuangan, inventori, pelanggan, karyawan, pembayaran elektronik, permodalan, analisa bisnis dan informasi lainnya yang bisa membantu UMKM tumbuh.
“Selain sebagai karyawan, saya dulu pernah membuka toko komputer online yang menjual dan mendistribusi perangkat ciptaan sendiri. Salah satunya perangkat yang saya ciptakan alat kasir atau POS (point of sales)," cerita Adi.
"Setelah berjualan tersebut saya menyadari bahwa UMKM membutuhkan solusi komprehensif yang memudahkan operasional bisnis mereka, alasan ini yang mendorong saya untuk memulai projek aplikasi yang bisa membuat UMKM di Indonesia naik kelas dengan bantuan teknologi digital. Di 2019 akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri dari Telkomsel dan fokus mengembangkan aplikasi Majoo,” papar Adi Wahyu Rahadi.
“Saat kuliah saya terpilih untuk mengikuti GSVC (Global Social Venture Competition), disana saya berkompetisi dengan Harvard, Stanford dan MIT Sloan. Setelah kompetisi tersebut saya sadar bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang profitabilitas, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih besar pada saat yang bersamaan," tutur Founder dan CEO majoo, Adi Wahyu Rahadi.
Baca Juga: Jakarta Punya World Halal Centre, Anies Optimistis Pasar UMKM DKI Semakin Mendunia
Majoo menjadi aplikasi wirausaha terlengkap dengan ekosistem digital terbesar serta terintegrasi untuk mendukung industri UMKM. Fitur unggulan aplikasi majoo adalah kasir, pengelolaan keuangan, inventori, pelanggan, karyawan, pembayaran elektronik, permodalan, analisa bisnis dan informasi lainnya yang bisa membantu UMKM tumbuh.
“Selain sebagai karyawan, saya dulu pernah membuka toko komputer online yang menjual dan mendistribusi perangkat ciptaan sendiri. Salah satunya perangkat yang saya ciptakan alat kasir atau POS (point of sales)," cerita Adi.
"Setelah berjualan tersebut saya menyadari bahwa UMKM membutuhkan solusi komprehensif yang memudahkan operasional bisnis mereka, alasan ini yang mendorong saya untuk memulai projek aplikasi yang bisa membuat UMKM di Indonesia naik kelas dengan bantuan teknologi digital. Di 2019 akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri dari Telkomsel dan fokus mengembangkan aplikasi Majoo,” papar Adi Wahyu Rahadi.
Lihat Juga :