Hadapi Lonjakan Klaim, Begini Strategi Perusahaan Asuransi Menatap 2022

Senin, 21 Februari 2022 - 04:42 WIB
“Dari bisnis reasuransi keuangan, terdapat satu catatan klaim dengan nilai yang cukup besar, untuk reasuransi penjaminan,” tambahnya.

Sementara itu masih pada tahun yang sama, total klaim akibat Covid-19 dari sektor reasuransi jiwa sebesar Rp623 milar. Ini sudah merupakan nilai bersih yang dibayarkan oleh Indonesia Re.

Di samping beban klaim, ada peningkatan beban pajak pada 2021. “Beban pajak timbul berawal dari proses penggabungan (merger) perusahaan dalam rangka pembentukan Perusahaan Reasuransi Nasional (PRN) pada 2015,” imbuh Benny seraya mengatakan, beban pajak itu sudah dituntaskan pada 2021.

Strategi Tahun 2022

Dengan kondisi yang dialami pada 2021, Indonesia Re menyiapkan, sejumlah langkah agar mampu meningkatkan produksi premi bersih dan hasil bersih underwriting, dan tetap menjaga rasio klaim melalui manajelem portofolio yang baik.

Benny menjelaskan, pihaknya antara lain melakukan pengetatan terms & conditions untuk reasuransi keuangan termasuk reasuransi kredit di perpanjangan treaty reinsurance 2022. Untuk lini reasuransi kebakaran, Indonesia Re berencana meningkatkan premi bersih hingga 5 persen.

Masih untuk reasuransi kebakaran, pihaknya akan meingkatkan kinerja portofolio. Di antaranya, menurunkan rasio klaim dari 56,2 persen ke 51,3 persen. Pada lini bisnis ini, perusahaan juga akan meningkatkan cadangan premi dari 38,5 persen menjadi 46 persen sebagai bagian dari rencana menuju penerapan PSAK 74 dan IFRS 17.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!