Waspada Trik Scammer Curi Uang Lewat Aplikasi Kencan

Selasa, 22 Februari 2022 - 08:08 WIB
Brooks menjelaskan, apa yang disebut penipuan pembelian, di mana barang yang dibeli secara online tidak ada atau tidak pernah sampai adalah jenis yang paling umum. Dia mengatakan, kejahatan semacam itu melibatkan modus penipu dengan menyakinkan bahwa produk itu langka dan karena itu nilai yang mereka jual memotivasi konsumen bertindak cepat dan mengaburkan penilaian objektif mereka.

Ini mungkin mengiklankan sesuatu dengan label hanya satu kali penawaran, tambahnya atau produk dengan harga atau ketersediaan edisi terbatas. "Hal itu mendorong seseorang untuk membeli sesuatu yang seakan-akan urgen, bahkan jika Anda belum pernah melihatnya produk tersebut".

Barclays mengungkapkan, jumlah rata-rata dari penipuan Scammer mencapai 980 pounds, namun penelitian menemukan penipuan menargetkan orang yang berinvestasi. Angka menunjukkan ada kenaikan kasus penipuan sebesar 17% yang dilaporkan dalam tiga bulan terakhir, sementara upaya penipuan meningkat 70% dalam tiga bulan terakhir tahun 2021.

Menanamkan Rasa takut

Penipuan peniruan identitas, kata Brooks, melibatkan penjahat yang mengeksploitasi sifat yang ditemukan di lebih dari dua pertiga orang Inggris yang disurvei, karena lebih cenderung memenuhi permintaan jika mereka yakin itu berasal dari lembaga terkenal, seperti bank, polisi atau NHS.

"Dalam situasi ini, scammers akan memanfaatkan kekuatan otoritas untuk menanamkan rasa takut pada korban mereka," katanya.

"Mungkin menunjukkan rekening bank mereka telah disusupi, mereka terlambat membayar atau bahwa mereka akan didenda jika mereka tidak membayar jumlah tertentu. Secara psikologis, banyak dari kita akan menganggap nilai atau nominal yang katakan hal yang wajar, jika itu berasal dari apa yang kita percaya sebagai institusi yang bereputasi baik," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!