Hati-hati, Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp15.000/Dolar di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina
Jum'at, 25 Februari 2022 - 08:04 WIB
Alhasil indeks dolar yang mengukur kinerja dolar terhadap mata uang utama akan terus menguat, yang terbukti dari kenaikan 1,23% di USD97,37 pada penutupan sesi terakhir. "Memang benar, pada saat terjadi perang, orang akan beralih, mengalihkan dananya dari saham, ke emas, kemudian ke treasuri, dan kemudian ke dolar," tutur Ibra.
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Senada, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menuturkan, bahwa konflik Rusia dan Ukraina memberi beban bagi sektor keuangan. Ia memprediksi apabila eskalasi konflik Rusia dan Ukraina terus terjadi, Rupiah berpotensi mendekati area Rp15.000 per 1 dolar.
"Jadi rupiah sudah bergerak di Rp14.500, melemah dan ini akan terus bergerak, diperkirakan akan mendekati level Rp15.000, jika kondisi konflik eskalasi ini semakin meluas dan melibatkan banyak negara," terangya ke MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2).
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Senada, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menuturkan, bahwa konflik Rusia dan Ukraina memberi beban bagi sektor keuangan. Ia memprediksi apabila eskalasi konflik Rusia dan Ukraina terus terjadi, Rupiah berpotensi mendekati area Rp15.000 per 1 dolar.
"Jadi rupiah sudah bergerak di Rp14.500, melemah dan ini akan terus bergerak, diperkirakan akan mendekati level Rp15.000, jika kondisi konflik eskalasi ini semakin meluas dan melibatkan banyak negara," terangya ke MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2).
(akr)
Lihat Juga :