CP Aramco Dipastikan Terus Naik, LPG NPSO Perlu Penyesuaian
Jum'at, 25 Februari 2022 - 10:55 WIB
Baca Juga: Diserbu Rusia, Pasukan Ukraina Kocar-kacir Tinggalkan Posisinya
Menurut Mamit, kenaikan sekitar Rp2.000/kg masih bisa diterima oleh para pengguna LPG nonsubsidi. Pengguna LPG nonsubsidi pun notabene adalah masyarakat golongan menengah ke atas.
Hanya harga LPG di Malaysia dan Thailand saja yang lebih murah, masing-masing Rp6.500/kg dan Rp10.000/kg, karena subsidi yang diberikan pemerintah kedua negara tersebut.
Mamit melanjutkan, penyesuaian harga ini juga menjadi peluang untuk mendorong program kompor induksi yang saat ini gencar disosialisasikan PLN. Menurut dia, ada ruang kosong yang bisa diisi oleh kompor induksi PLN.
"Saya kira peluang terjadinya migrasi di pengguna LPG NPSO ke kompor induksi jika ada penyesuaian harga sangat memungkinkan. Ini akan membantu PLN mendorong peningkatan konsumsi listrik rumah tangga di wilayah Jawa dan Sumatera yang masih over-supply," tandasnya.
Menurut Mamit, kenaikan sekitar Rp2.000/kg masih bisa diterima oleh para pengguna LPG nonsubsidi. Pengguna LPG nonsubsidi pun notabene adalah masyarakat golongan menengah ke atas.
Hanya harga LPG di Malaysia dan Thailand saja yang lebih murah, masing-masing Rp6.500/kg dan Rp10.000/kg, karena subsidi yang diberikan pemerintah kedua negara tersebut.
Mamit melanjutkan, penyesuaian harga ini juga menjadi peluang untuk mendorong program kompor induksi yang saat ini gencar disosialisasikan PLN. Menurut dia, ada ruang kosong yang bisa diisi oleh kompor induksi PLN.
"Saya kira peluang terjadinya migrasi di pengguna LPG NPSO ke kompor induksi jika ada penyesuaian harga sangat memungkinkan. Ini akan membantu PLN mendorong peningkatan konsumsi listrik rumah tangga di wilayah Jawa dan Sumatera yang masih over-supply," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :