Perang Rusia-Ukraina Bisa Kerek Harga Pupuk dan Gandum di Indonesia, Ini Sebabnya
Selasa, 01 Maret 2022 - 18:07 WIB
"Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia datang dari Rusia. Di samping itu, kedua negara merupakan sumber dari 7,38% produk baja impor Indonesia. Sementara itu, Rusia membeli sekitar 5% produk minyak nabati dari Indonesia," bebernya.
Baca juga: Tak Gentar Dihujani Sanksi Ekonomi, Dubes Rusia: Kami Punya Segalanya
Untuk diketahui, Rusia merupakan salah satu eksportir utama minyak bumi, gas alam, dan barang tambang dunia. Sementara Ukraina adalah salah satu eksportir utama gandum. Di samping itu, sebagai penghasil gas alam dan potash, Rusia juga merupakan produsen pupuk yang cukup besar.
Menurut Krisna, perang Rusia-Ukraina akan menggeser urgensi penyelesaian masalah iklim. Dia juga mengingatkan bahwa pupuk, gandum dan energi adalah produk antara, yang kelangkaannya akan merambat ke naiknya harga produk turunan.
“Konflik global akan memberikan tantangan terhadap inflasi, terutama produk pangan dan energi. Indonesia harus memanfaatkan G20 untuk bersama-sama membangun rantai nilai yang lebih resilient atau tahan banting dan membatasi meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina,” pungkasnya.
Baca juga: Tak Gentar Dihujani Sanksi Ekonomi, Dubes Rusia: Kami Punya Segalanya
Untuk diketahui, Rusia merupakan salah satu eksportir utama minyak bumi, gas alam, dan barang tambang dunia. Sementara Ukraina adalah salah satu eksportir utama gandum. Di samping itu, sebagai penghasil gas alam dan potash, Rusia juga merupakan produsen pupuk yang cukup besar.
Menurut Krisna, perang Rusia-Ukraina akan menggeser urgensi penyelesaian masalah iklim. Dia juga mengingatkan bahwa pupuk, gandum dan energi adalah produk antara, yang kelangkaannya akan merambat ke naiknya harga produk turunan.
“Konflik global akan memberikan tantangan terhadap inflasi, terutama produk pangan dan energi. Indonesia harus memanfaatkan G20 untuk bersama-sama membangun rantai nilai yang lebih resilient atau tahan banting dan membatasi meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :