Tak Gentar Dihujani Sanksi Ekonomi, Dubes Rusia: Kami Punya Segalanya
Selasa, 01 Maret 2022 - 17:15 WIB
loading...
Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva saat berkunjung ke Redaksi MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Selasa (1/3/2022). Foto/MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menyatakan bahwa Rusia menghormati keputusan sejumlah negara yang menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Negeri Beruang Merah.
Sebagai informasi, saat ini sejumlah negara telah mengumumkan sanksi ekonomi bagi Rusia menyusul invasi Moskow terhadap Ukraina. Negara-negara tersebut di antaranya Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris, Australia, Kanada, Jepang hingga Singapura.
"Kami melihat sanksi sebagai instrumen yang absolut dan sah. Satu-satunya badan di dunia yang bisa menjatuhkan sanksi adalah Dewan Keamanan PBB, dan dari opini pribadi saya, itu tidak berhasil," kata Lyudmila kepada MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: AS Usir Belasan Diplomat Rusia
Dia lantas mempertanyakan, apakah ada negara yang dijatuhkan sanksi dan kemudian mengubah kebijakannya. Jawabannya, tidak ada. Dia pun menyontohkan negara-negara yang pernah dijatuhi sanksi seperti Iran dan Korea Utara.
Sebagai informasi, saat ini sejumlah negara telah mengumumkan sanksi ekonomi bagi Rusia menyusul invasi Moskow terhadap Ukraina. Negara-negara tersebut di antaranya Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris, Australia, Kanada, Jepang hingga Singapura.
"Kami melihat sanksi sebagai instrumen yang absolut dan sah. Satu-satunya badan di dunia yang bisa menjatuhkan sanksi adalah Dewan Keamanan PBB, dan dari opini pribadi saya, itu tidak berhasil," kata Lyudmila kepada MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: AS Usir Belasan Diplomat Rusia
Dia lantas mempertanyakan, apakah ada negara yang dijatuhkan sanksi dan kemudian mengubah kebijakannya. Jawabannya, tidak ada. Dia pun menyontohkan negara-negara yang pernah dijatuhi sanksi seperti Iran dan Korea Utara.
Lihat Juga :