Menparekraf Dorong Kuliner Sebagai Sektor Unggulan untuk Bangkitkan Ekonomi di Belitung
Selasa, 01 Maret 2022 - 22:02 WIB
Sandiaga menjelaskan, pada tahun 2016 Kabupaten Belitung telah mengikuti program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Melalui metode uji petik telah disepakati bersama dengan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) bahwa kuliner sebagai subsektor ekraf unggulan di kabupaten Belitung dengan produk kuliner khas gangan dan teri krispi.
Gangan merupakan sup ikan tenggiri segar yang memiliki warna kuning dominan dan rasa yang sedikit asam dan gurih. Sedangkan teri krispi adalah ikan teri yang diolah menjadi menu makanan ringan yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Belitung.
“Dari sektor ini telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp617.447.000.000 per tahun,” ungkapnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Desa Keciput Belitung Ikuti ADWI 2022, 7 Aspek Pariwisata Berkelanjutan Terpenuhi
Dia menambahkan, tim riset Universitas Sahid Jakarta juga menyebutkan bahwa wisatawan berbelanja kuliner khas di provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2017 mencapai Rp1,2 triliun. Tak hanya itu, jumlah unit pangan skala usaha kecil di Bangka Belitung sebanyak 62,3% dan usaha menengah 29,2%.
Gangan merupakan sup ikan tenggiri segar yang memiliki warna kuning dominan dan rasa yang sedikit asam dan gurih. Sedangkan teri krispi adalah ikan teri yang diolah menjadi menu makanan ringan yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Belitung.
“Dari sektor ini telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp617.447.000.000 per tahun,” ungkapnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Desa Keciput Belitung Ikuti ADWI 2022, 7 Aspek Pariwisata Berkelanjutan Terpenuhi
Dia menambahkan, tim riset Universitas Sahid Jakarta juga menyebutkan bahwa wisatawan berbelanja kuliner khas di provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2017 mencapai Rp1,2 triliun. Tak hanya itu, jumlah unit pangan skala usaha kecil di Bangka Belitung sebanyak 62,3% dan usaha menengah 29,2%.
Lihat Juga :