Pengembangan 4 Zona Pariwisata Hutan Bowosie di Labuan Bajo Serap 10.000 Tenaga Kerja
Rabu, 02 Maret 2022 - 09:10 WIB
Salah satu klausul di dalamnya adalah tentang perubahan status dan pemanfaatan 400 hektar hutan Bowosie di kabupaten Manggarai Barat, di mana paling sedikit 136 hektare akan diberikan Hak Pengelolaan kepada Badan Otorita. Adapun sisanya dikelola menggunakan skema izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PBPH-JL) sebagai wisata alam.
Lebih lanjut, Shana menerangkan, pengembangan kawasan ini akan dibagi dalam 4 zona meliputi zona cultural district, adventure district, wildlife district, dan leisure district.
“Semua pembangunan ini tentunya mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan menjadi komitmen BPOLBF dalam mengembangkan kawasan pariwisata berkualitas di hutan Bowosie,” tandas Shana.
Baca juga: Menparekraf Berupaya Konflik Rusia dan Ukraina Tidak Pengaruhi Pariwisata Indonesia
Pihaknya telah berkoordinasi dengan para ahli untuk bisa memanfaatkan dan juga menjalankan Perpres tersebut dengan prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga kelestarian lingkungan terjaga dan dampaknya bisa dirasakan warga lokal.
“Di banyak wilayah Indonesia, pariwisata terbukti bisa melestarikan alam dan budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian,” tuturnya.
Direktur Destinasi BPOLBF Konstant Mardinandus Nandus menambahkan, dalam pengembangan kawasan otorita, dilakukan studi hidrogeologi terpadu dan analisis dampak lingkungan. Dengan begitu, kelestarian mata air yang ada di kawasan tetap terjaga dan tidak akan mengganggu pasokan untuk warga setempat.
Konstant juga memastikan pengembangan pariwisata kawasan hutan Bowosie akan dijalankan sesuai prinsip keberlanjutan lingkungan hidup.
Sebagai contoh, rencana pembangunan ditetapkan koefisien dasar bangunan dan luas area terbangun sangat rendah di setiap zona, guna tetap mendukung fungsi ekologi kawasan hutan tersebut.
Lebih lanjut, Shana menerangkan, pengembangan kawasan ini akan dibagi dalam 4 zona meliputi zona cultural district, adventure district, wildlife district, dan leisure district.
“Semua pembangunan ini tentunya mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan menjadi komitmen BPOLBF dalam mengembangkan kawasan pariwisata berkualitas di hutan Bowosie,” tandas Shana.
Baca juga: Menparekraf Berupaya Konflik Rusia dan Ukraina Tidak Pengaruhi Pariwisata Indonesia
Pihaknya telah berkoordinasi dengan para ahli untuk bisa memanfaatkan dan juga menjalankan Perpres tersebut dengan prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga kelestarian lingkungan terjaga dan dampaknya bisa dirasakan warga lokal.
“Di banyak wilayah Indonesia, pariwisata terbukti bisa melestarikan alam dan budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian,” tuturnya.
Direktur Destinasi BPOLBF Konstant Mardinandus Nandus menambahkan, dalam pengembangan kawasan otorita, dilakukan studi hidrogeologi terpadu dan analisis dampak lingkungan. Dengan begitu, kelestarian mata air yang ada di kawasan tetap terjaga dan tidak akan mengganggu pasokan untuk warga setempat.
Konstant juga memastikan pengembangan pariwisata kawasan hutan Bowosie akan dijalankan sesuai prinsip keberlanjutan lingkungan hidup.
Sebagai contoh, rencana pembangunan ditetapkan koefisien dasar bangunan dan luas area terbangun sangat rendah di setiap zona, guna tetap mendukung fungsi ekologi kawasan hutan tersebut.
Lihat Juga :