Harga Minyak Mentah Melonjak Tembus USD118 per Barel
Kamis, 03 Maret 2022 - 14:00 WIB
Harga minyak mentah Brent melesat ke level lebih dari USD118 per barel. Foto/Ist/iStock Photo
JAKARTA - Harga minyak mentah terus melesat pada perdagangan Kamis (3/3/2022) siang. Berdasarkan data pasar New York Mercantile Exchange (NYMEX), minyak mentah Brent kontrak Mei 2022 menyentuh USD118,22 per barel, tertinggi sejak Februari 2013.
Pada pukul 12:38 WIB, kontrak ini berada di harga USD116 per barel atau naik 3,55% dari sesi sebelumnya di USD112,93 per barel. Brent kontrak Juni 2022 melesat 3,12% di USD111,67 per barel, dan Brent kontrak Juli 2022 melejit 2,33% di USD106,59 per barel.
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2022 menyentuh level tertinggi 11 tahun terakhir di USD114,78 per barel. WTI kontrak Mei 2022 naik 3,32% di USD110,61 per barel dan WTI kontrak Juni 2022 menanjak 3,15% di USD105,5 per barel.
Baca juga: Rusia Ukraina Membara, Harga Minyak Mentah Bergolak di Level USD101 per Barel
Melonjaknya komoditas minyak terjadi menyusul sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penyulingan minyak dari Rusia yang menimbulkan kekhawatiran di tingkat global.
Sejauh ini Washington telah berhenti menargetkan pengiriman ekspor minyak dan gas Negeri Beruang Merah di tengah upaya pemerintahan Biden dalam mengontrol pasar minyak global dan harga energi AS.
Pada pukul 12:38 WIB, kontrak ini berada di harga USD116 per barel atau naik 3,55% dari sesi sebelumnya di USD112,93 per barel. Brent kontrak Juni 2022 melesat 3,12% di USD111,67 per barel, dan Brent kontrak Juli 2022 melejit 2,33% di USD106,59 per barel.
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2022 menyentuh level tertinggi 11 tahun terakhir di USD114,78 per barel. WTI kontrak Mei 2022 naik 3,32% di USD110,61 per barel dan WTI kontrak Juni 2022 menanjak 3,15% di USD105,5 per barel.
Baca juga: Rusia Ukraina Membara, Harga Minyak Mentah Bergolak di Level USD101 per Barel
Melonjaknya komoditas minyak terjadi menyusul sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penyulingan minyak dari Rusia yang menimbulkan kekhawatiran di tingkat global.
Sejauh ini Washington telah berhenti menargetkan pengiriman ekspor minyak dan gas Negeri Beruang Merah di tengah upaya pemerintahan Biden dalam mengontrol pasar minyak global dan harga energi AS.
Lihat Juga :