Makin Gila-gilaan, Inflasi Turki pada Februari Tembus 54%
Kamis, 03 Maret 2022 - 21:48 WIB
"Inflasi akan tetap dekat dengan level tinggi ini sampai bulan-bulan terakhir tahun ini, tetapi bank sentral dan, yang terpenting, Presiden Erdogan tampaknya tidak berminat untuk menaikkan suku bunga," tulis Capital Economics yang berbasis di London dalam sebuah catatan, seperti dilansir CNBC, Kamis (3/3/2022).
Sementara itu, menghadapi kondisi ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih memprioritaskan kredit dan ekspor, sementara secara konsisten terus melawan pakem ekonomi untuk menaikkan suku bunga guna menjinakkan inflasi.
Erdogan terus berargumen bahwa menaikkan suku bunga justru akan memperburuk inflasi. Diketahui, bank sentral Turki telah memangkas suku bunga sebesar 500 basis poin sejak September menjadi 14%.
Nilai tukar lira Turki melemah 47% dalam setahun terakhir. Turbulensi lira telah memukul rakyat Turki dengan keras, karena nilai gaji mereka turun sementara biaya hidup meningkat secara drastis. Kenaikan tajam tarif listrik dan gas alam telah makin memperparah kondisi konsumen maupun pelaku bisnis.
Baca Juga: Mengapa Vladimir Putin Lama Menjabat Sebagai Presiden Rusia?
Sementara itu, menghadapi kondisi ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih memprioritaskan kredit dan ekspor, sementara secara konsisten terus melawan pakem ekonomi untuk menaikkan suku bunga guna menjinakkan inflasi.
Erdogan terus berargumen bahwa menaikkan suku bunga justru akan memperburuk inflasi. Diketahui, bank sentral Turki telah memangkas suku bunga sebesar 500 basis poin sejak September menjadi 14%.
Nilai tukar lira Turki melemah 47% dalam setahun terakhir. Turbulensi lira telah memukul rakyat Turki dengan keras, karena nilai gaji mereka turun sementara biaya hidup meningkat secara drastis. Kenaikan tajam tarif listrik dan gas alam telah makin memperparah kondisi konsumen maupun pelaku bisnis.
Baca Juga: Mengapa Vladimir Putin Lama Menjabat Sebagai Presiden Rusia?
Lihat Juga :