Masalah Minyak Goreng Tak Kunjung Beres, Komisi VI DPR Kembali Panggil Mendag
Selasa, 08 Maret 2022 - 18:39 WIB
Andre menegaskan, permasalahan minyak goreng ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak. Maka itu, pemerintah harus bisa mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persolan minyak goreng khususnya kepada produsen kelapa sawit.
"Ini sudah suara jeritan hati rakyat. Masak pemerintah nggak mampu urusi minyak goreng ini, malah ngurus Pemilu yang ditunda. Minyak goreng aja nggak beres-beres masak bahas yang lain, buang-buang energi," cetusnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, dia menyarankan ada baiknya pemerintah memanggil semua produsen kelapa sawit dan membagi tugas untuk bertanggung jawab mendistribusikan minyak goreng sesuai daerah yang ditunjuk. Sehingga, setiap daerah tidak ada lagi yang mengeluhkan keterbatasan stok.
“Kalau saya jadi menteri, saya panggil itu seluruh produsen minyak goreng untuk saya bagi tugas. Produsen A tanggung jawab provinsi Aceh, produsen B tanggung jawab provinsi Sumatera Utara. Jadi, mereka yang bertanggung jawab mendistribusikan 20% produksi mereka," bebernya.
Baca juga: Nusron Wahid Minta Pemerintah Larang Ekspor CPO untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
"Sudah jelas, kita ini dalam setahun memproduksi minyak goreng 16 miliar liter. Kebutuhan kita setahun itu industri maupun rumah tangga membutuhkan 5,7 miliar liter. Jadi sebenarnya kita over supply. Terus sekarang kenapa (minyak goreng) gaib?” tukas Andre.
"Ini sudah suara jeritan hati rakyat. Masak pemerintah nggak mampu urusi minyak goreng ini, malah ngurus Pemilu yang ditunda. Minyak goreng aja nggak beres-beres masak bahas yang lain, buang-buang energi," cetusnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, dia menyarankan ada baiknya pemerintah memanggil semua produsen kelapa sawit dan membagi tugas untuk bertanggung jawab mendistribusikan minyak goreng sesuai daerah yang ditunjuk. Sehingga, setiap daerah tidak ada lagi yang mengeluhkan keterbatasan stok.
“Kalau saya jadi menteri, saya panggil itu seluruh produsen minyak goreng untuk saya bagi tugas. Produsen A tanggung jawab provinsi Aceh, produsen B tanggung jawab provinsi Sumatera Utara. Jadi, mereka yang bertanggung jawab mendistribusikan 20% produksi mereka," bebernya.
Baca juga: Nusron Wahid Minta Pemerintah Larang Ekspor CPO untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
"Sudah jelas, kita ini dalam setahun memproduksi minyak goreng 16 miliar liter. Kebutuhan kita setahun itu industri maupun rumah tangga membutuhkan 5,7 miliar liter. Jadi sebenarnya kita over supply. Terus sekarang kenapa (minyak goreng) gaib?” tukas Andre.
Lihat Juga :