Bisakah Kenaikan Harga Pertalite Ditahan? Ini Kata Ekonom
Sabtu, 12 Maret 2022 - 16:31 WIB
Bhima menilai, untuk menahan harga BBM non-subsidi ini sangat bisa dilakukan dengan mengalokasikan dana kompensasi melalui skema APBN. Dana kompensasi itu menurutnya bisa diperoleh dari keuntungan tak terduga (windfall profit) dari booming-nya harga komoditas.
Berdasarkan kajiannya, kata Bhima, ketika harga minyak mentah mencapai USD127 per barel, ada tambahan pendapatan negara dalam bentuk pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp192 triliun.
"Pendapatan langsung naik, jadi APBN punya ruang untuk menahan kenaikan harga Pertalite. Bahkan, Pertamax juga bisa ditahan kenaikan harganya meski harga minyak mentah sedang liar," tandasnya.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM di Depan Mata, Jokowi ke Sri Mulyani: Tahan Sampai Berapa Hari?
Jika pemerintah masih kesulitan menambal selisih harga keekonomian dan harga jual BBM, lanjut Bhima, opsi lainnya adalah merealokasi anggaran infrastruktur.
Berdasarkan kajiannya, kata Bhima, ketika harga minyak mentah mencapai USD127 per barel, ada tambahan pendapatan negara dalam bentuk pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp192 triliun.
"Pendapatan langsung naik, jadi APBN punya ruang untuk menahan kenaikan harga Pertalite. Bahkan, Pertamax juga bisa ditahan kenaikan harganya meski harga minyak mentah sedang liar," tandasnya.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM di Depan Mata, Jokowi ke Sri Mulyani: Tahan Sampai Berapa Hari?
Jika pemerintah masih kesulitan menambal selisih harga keekonomian dan harga jual BBM, lanjut Bhima, opsi lainnya adalah merealokasi anggaran infrastruktur.
Lihat Juga :