Hingga Mei Penerimaan Negara Baru Capai Rp664,4 Triliun

Selasa, 16 Juni 2020 - 13:16 WIB
Sri Mulyani menjelaskan, hampir seluruh jenis pajak mengalami kontraksi. Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya tekanan terhadap semua kegiatan ekonomi di dalam negeri akibat dari wabah virus pandemi Covid-19.

"Jadi kalau dilihat di sini hampir semua jenis pajak mengalami kontraksi di bulan Mei yang cukup dalam minus 5,3%, untuk PPh Badan kontraksinya dalam -20,4%. PPN kita 2,71%," imbuhnya.

Sementara untuk PPh final juga mengalami kontraksi yang cukup dalam. Jika kuartal I masih positif 11,8% sampai April lalu bertahan di atas nol, Mei kontraksinya terbilang dalam hingga 25,41%.

"Maka pertumbuhan ekonomi jelas sangat terpengaruh, kuartal I banyak negatif, kuartal II juga negatif dan kuartal III bisa jadi pemulihan atau tekanan," jelasnya.

Dia optimistis ekonomi Indonesia pada kuartal III dan kuartal IV akan kembali membaik. Adapun proyeksi ekonomi secara keseluruhan tahun akan tergantung apakah nantinya realisasi pertumbuhan pada kuartal III akan lebih baik dari kuartal II. "Pertumbuhan ekonomi akan sangat ditentukan apakah di kuartal III," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!