Lawan Sanksi Barat, Putin Mempersulit Perusahaan Asing Mengambil Alih Pesawat
Rabu, 16 Maret 2022 - 09:36 WIB
Langkah ini dilakukan setelah Bermuda dan Irlandia, menangguhkan sertifikat kelaikan udara hampir untuk semua pesawat sewaan asing yang beroperasi dan terdaftar di Rusia.
Aturan yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Vladimir Putin, memberikan kelonggaran soal membawa pendaftaran dan sertifikasi keselamatan di dalam perbatasan Rusia dan terkait penggunaan pesawat asing untuk menerbangkan rute domestik melintasi negara yang luas itu.
Sejak invasi Ukraina pada 24 Februari, perusahaan-perusahaan Barat telah mengakhiri sewa dan meminta pesawat dikembalikan. Sebagian besar rute udara internasional dari Rusia tidak diterbangkan dan banyak negara termasuk Inggris, telah melarang maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot terbang di wilayah udara mereka.
Ratusan pesawat milik asing masih berada di Rusia. Untuk mematuhi sanksi, perusahaan leasing berusaha mendapatkannya kembali. Tapi hal itu terlihat sangat tidak mungkin.
Jika Rusia sangat bergantung pada pesawat ini yang secara kolektif bernilai miliaran dolar, maka mereka bakal dipaksa terus terbang, di Rusia dan setidaknya beberapa bekas republik Soviet.
Aturan yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Vladimir Putin, memberikan kelonggaran soal membawa pendaftaran dan sertifikasi keselamatan di dalam perbatasan Rusia dan terkait penggunaan pesawat asing untuk menerbangkan rute domestik melintasi negara yang luas itu.
Sejak invasi Ukraina pada 24 Februari, perusahaan-perusahaan Barat telah mengakhiri sewa dan meminta pesawat dikembalikan. Sebagian besar rute udara internasional dari Rusia tidak diterbangkan dan banyak negara termasuk Inggris, telah melarang maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot terbang di wilayah udara mereka.
Ratusan pesawat milik asing masih berada di Rusia. Untuk mematuhi sanksi, perusahaan leasing berusaha mendapatkannya kembali. Tapi hal itu terlihat sangat tidak mungkin.
Jika Rusia sangat bergantung pada pesawat ini yang secara kolektif bernilai miliaran dolar, maka mereka bakal dipaksa terus terbang, di Rusia dan setidaknya beberapa bekas republik Soviet.
Lihat Juga :