Aset Para Miliarder Rusia Ini Jadi Target Baru Inggris, Total Kekayaan Rp1.862 Triliun

Rabu, 16 Maret 2022 - 14:36 WIB
Gelombang sanksi lebih lanjut diumumkan pada Selasa pagi, dalam koordinasi dengan Uni Eropa. Hal itu terkait perdagangan dengan Rusia dan termasuk kenaikan tarif impor 35% untuk vodka Rusia dan ratusan barang lainnya senilai 900 juta pounds atau setara Rp16,76 triliun (Kurs Rp18.623 per pounds).

Paket terbaru sanksi Inggris ditargetkan kepada individu serta organisasi yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Presiden Putin. Beberapa dari mereka telah disetujui oleh sekutu Barat, di antaranya Mishustin dan Peskov, yang digambarkan oleh AS sebagai "pemasok utama propaganda Putin".

Inggris bergerak cepat memberi sanksi kepada orang lain seperti Abramovich, yang masuk daftar hitam oleh Uni Eropa pada hari Selasa dan dituduh "mendapat manfaat dari para pembuat keputusan Rusia" yang bertanggung jawab untuk mendestabilisasi Ukraina.

Nama tersohor dalam daftar terbaru individu yang dikenai sanksi di Inggris adalah Medvedev. Saat ini Ia menjabat wakil ketua Dewan Keamanan Rusia sejak 2020, Medvedev juga pernah menjabat sebagai presiden dari 2008 hingga 2012 dan sebagai perdana menteri dari 2012 hingga 2020.

Setelah dianggap lebih liberal daripada Presiden Putin, Medvedev memperingatkan negara-negara Barat terhadap sanksi dalam sebuah tweet-nya di awal bulan ini. Jangan lupa, ia sempat menulis, "bahwa dalam sejarah manusia, perang ekonomi cukup sering berubah menjadi perang nyata".

Pemerintah Inggris juga mengatakan, miliarder Rusia dengan perkiraan harta kekayaan gabungan mereka mencapai lebih dari 100 miliar pounds senilai Rp1.862 triliun ditambahkan ke dalam daftar sanksi terbaru.

Dalam daftar itu ada miliarder Mikhail Fridman, pendiri Alfa Bank, bank swasta terbesar di Rusia. Dia tinggal di London dan memiliki kepentingan bisnis di Inggris.

Pada konferensi pers di London pada 1 Maret, dia mengatakan, perang Ukraina merupakan "tragedi besar". Diterangkan juga olehnya bahwa sanksi oligarki tidak akan mempengaruhi Presiden Putin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!