Perlu Solusi untuk Penambang Kecil yang Mencemari Lingkungan

Selasa, 16 Juni 2020 - 15:50 WIB
Pihaknya mengatakan, penggunaan merkuri cukup memprihatinkan di dalam negeri. Setiap tahun penggunaan merkuri bisa mencapai 340 metrik ton atau 15 truk peti kemas. Di samping itu, Indonesia juga saat ini menempati urutan ketiga teratas sebagai penghasil bahan bakar merkuri terbesar di dunia.

“Mayoritas penggunaan bahan bakar merkuri digunakan untuk penambang emas rakyat skala kecil. Sekitar 57% dilepaskan untuk penambangan skala kecil,” jelasnya.

Ia memberikan solusi agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama-sama dengan kepolisian, BPPT, dan KLHK bersinergi menertibkan penambangan ilegal tersebut. Pihaknya menawarkan solusi agar penambangan liar tersebut ditertibkan lalu diberikan edukasi agar beralih menggunakan sianida.

Di samping tingkat pencemaran lebih rendah, penggunaan sianida tingkat ekstraksinya lebih tinggi dibandingkan merkuri. Rosa menyebut, proses ekstraksi yang dihasilkan sianida tingkat keberhasilannya mencapai 90% lebih tinggi dibandingkan merkuri yang 40%.

“Namun memang, perlu dilakukan pengendalian pencemaran untuk menghindari pencemaran lingkungan yang lebih parah lagi,” tutup Rosa.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!