Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, Provinsi di Belanda Hidupkan Kembali Kilang

Kamis, 17 Maret 2022 - 10:04 WIB
Bahan bakar dari Groningen telah memanaskan rumah-rumah Belanda, menghasilkan listrik dan industri bertenaga di Belanda dan sekitarnya selama setengah abad. Antara tahun 2000-2018, Belanda mengekspor gas senilai 202 miliar euro atau USD221 miliar ke Jerman, Belgia dan Prancis, menurut Badan Statistik Belanda.

Baca Juga: Pangkas Sepertiga Impor Gas Rusia, UE Serukan Kebangkitan Energi Nuklir

Ilmu pengetahuan telah menunjukkan ekstraksi gas dapat mengacaukan tanah di atas endapan dan otoritas Belanda untuk produksi gas memperingatkan pekan lalu bahwa produksi, bahkan pada tingkat rendah, akan meningkatkan risiko gempa bumi bagi orang-orang yang tinggal di rumah.

Pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan, pada hari Senin kemarin bahwa pihaknya masih bertujuan menutup lapangan gas secara permanen sesegera mungkin, atau pada tahun 2023 hingga 2024. Tetapi dikatakan ketidakpastian yang kembali muncul, "sebagian karena invasi Rusia ke Ukraina," berarti gas Groningen mungkin diperlukan sebagai upaya terakhir.

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan masalah kompensasi antara pemerintah dan Nederlandse Aardolie Maatschappij (NAM), perusahaan patungan Shell dan Exxon Mobil Corp yang mengelola produksi di Groningen menentang peningkatan produksi. Nam menolak berkomentar terkait kabar ini.

Schrages mengatakan, mereka harus menggunakan USD27.400 dari tabungan pensiun untuk menyelesaikan pembangunan kembali rumah. Mereka ingin pemerintah berjanji untuk menutupi biaya apapun dari potensi kerusakan lebih lanjut, tetapi Ia menambahkan bahwa gangguan itu akan sepadan jika mereka dapat membuat perbedaan.

"Seluruh kota kami telah mengubah pendapatnya," kata Bert.

"Tetapi jika kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang positif dan berkontribusi untuk menghentikan perang di Ukraina, maka kita perlu melakukan itu."

Kemakmuran dan Rasa Sakit

Ladang gas ditemukan pada tahun 1959, menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Dalam banyak hal merupakan simbol kemakmuran pasca-perang untuk Belanda, dan untuk benua Eropa secara keseluruhan.

Ketika output memuncak pada tahun 1982, Groningen menyediakan hampir seperlima dari anggaran pemerintah tahunan Belanda. Hasilnya buat mendanai proyek-proyek infrastruktur besar. Jutaan rumah tangga dan bisnis terhubung ke sistem pipa nasional yang menghasilkan listrik dan mendorong pertumbuhan industri.

Bagian yang menguntungkan buat Groningen sendiri kecil, kata Jan Wigbolgus, sebagai kepala Groninger Gasberaad, sebuah kolektif kelompok sosial, melobi agar penduduk setempat memiliki kekhawatiran tentang produksi gas.

Oposisi terorganisir dimulai pada tahun 2009 tetapi butuh waktu bertahun-tahun bagi penduduk untuk memenangkan upaya perbaikan terhadap rumah mereka dari pemerintah. Baru pada tahun 2015, gempa diakui sebagai risiko keamanan oleh pihak berwenang.

NAM telah lama membantah adanya hubungan antara gempa dan produksi gas. Pada tahun 2018, ia setuju dengan negara untuk mendanai kompensasi dan telah menutupi sebagian besar biaya, tetapi bulan lalu mengajukan arbitrase atas pembayaran klaim kerusakan yang sedang berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!