Garuda Sudah Batasi Penumpang Pesawat Hanya 63%
Selasa, 16 Juni 2020 - 17:33 WIB
"Mereka bisa dikatakan tidak memiliki pasar domestik. Kalau kami domestik market yang sangat kuat seperti Amerika, China, Jepang, dan beberapa negara lainnya. Ketika pasar domestik ini terkena imbas, penerbangan dibatalkan, pemerintah memutuskan tidak terbang lagi ke China, Anda bisa membayangkan implikasi-implikasi terhadap industri atau Garuda," katanya.
Irfan mengungkap saat ini pendapatan yang diraih hanya 10%. Artinya, selama pandemi ini sudah anjlok 90% dan 70% pesawat dikandangkan atau tidak terbang.
"Jadi ini kewajiban kami. Kami tidak bisa berkelit penerbangan ini merugi. Enggak bisa, kami harus tetap terbang, karena itulah kewajiban kami," tandasnya.
Irfan mengungkap saat ini pendapatan yang diraih hanya 10%. Artinya, selama pandemi ini sudah anjlok 90% dan 70% pesawat dikandangkan atau tidak terbang.
"Jadi ini kewajiban kami. Kami tidak bisa berkelit penerbangan ini merugi. Enggak bisa, kami harus tetap terbang, karena itulah kewajiban kami," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :