Minyak Goreng Melimpah tapi Mahal, Kemarin Diserbu Kini Dicuekin

Jum'at, 18 Maret 2022 - 15:47 WIB
Meskipun kecewa dengan harga minyak goreng kemasan yang kini mahal, Sofia mendukung keputusan pencabutan HET tersebut. Pasalnya, dari pengalamannya, saat pemerintah menetapkan HET minyak goreng, stok di ritel susah didapat dan sering kosong. Kini setelah HET dicabut, minyak goreng justru melimpah.

"Kalau saya pribadi mending begini, barangnya ada, mahal nggak apa apa tapi jangan mahal banget. Kalau kemarin pas harganya Rp28.000, susah dapetnya. Udah ngantre jam 6 pagi, besok jam 6 pagi lagi, tetap aja nggak dapet," tuturnya.

Sementara itu, terkait kebijakan pemerintah yang baru yakni memberikan subsidi minyak goreng curah seharga Rp14.000 per liter, Sofia menilai itu langkah yang baik untuk membantu masyarakat kelas bawah. Apalagi, kondisi ekonomi masyarakat tengah gonjang ganjing di tengah pandemi dan tingginya harga-harga komoditas lainnya.

"Itu sudah bagus. Kan jadi bisa dimanfaatkan sama pedagang kaki lima, kasihan. Kalau untuk orang kelas menengah ke atas, mereka kan bisa beli yang kemasan. Itu pun nggak seberapa mereka butuhnya. Kalau pedagang kaki lima pasti kan butuhnya banyak jadi dengan minyak curah yang disubsidi bisa membantu mereka," tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!