McDonald's, Restoran Cepat Saji Pertama Amerika Serikat di Tanah Soviet

Sabtu, 19 Maret 2022 - 12:00 WIB
Vlad Vexler dan neneknya menunggu dalam antrean bersama ribuan orang lain untuk memasuki toko yang menyediakan 700 kursi, dihibur oleh musisi tradisional Rusia dan karakter berkostum seperti Mickey Mouse. "Perasaan saya waktu itu, sangat ingin melihat bagaimana orang Barat melakukan sesuatu dengan lebih baik," kata Vlad.

Vlad Vexler menabung selama berminggu-minggu untuk membeli makanan McDonald's pertamanya antara lain burger keju, kentang goreng, dan minuman Coca-Cola. Makanan ini, katanya, memiliki rasa enak yang belum pernah dia alami sebelumnya. Vexler mengatakan kekaguman terhadap Barat yang menyebabkan Rusia merangkul McDonald tiga dekade lalu juga telah bergeser. Ia menyebut Rusia sekarang cenderung lebih anti-Barat.

Sementara, Eileen Kane sering mengunjungi McDonald's pada tahun 1991 dan 1992 ketika dia menjadi mahasiswa pertukaran di Universitas Negeri Moskow. Ia menemukan pemandangan di sana kontras dengan bagian lain negara itu, yang sering mengalami kekurangan pangan saat Uni Soviet runtuh.

"McDonald's memberikan kecerahan, mereka tidak pernah kehabisan apa pun. Suasananya seperti pesta," kata Kane, yang sekarang menjadi profesor sejarah di Connecticut College di New London, Connecticut. Masuknya McDonald's ke Uni Soviet begitu inovatif sehingga memunculkan teori politik.

Baca Juga: Presiden Afsel Salahkan NATO atas Perang Rusia-Ukraina

The Golden Arches Theory atau Teori Dua Lengkung Emas menyatakan bahwa dua negara yang memiliki gerai McDonald's tak akan berperang. Menurut Profesor Bernd Kaussler dari James Madison University di AS, teori ini menyebut kehadiran McDonald's merupakan indikator tingkat saling ketergantungan negara dan keselarasan mereka dengan undang-undang AS.

Teori itu bertahan hingga 2014 ketika Rusia mencaplok Krimea. Sementara, Profesor Kaussler mengatakan jumlah investor menarik diri dari Rusia terus bertambah terbanyak belum pernah terjadi sebelumnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!