Giliran Jepang Kebingungan Harus Pakai Rubel untuk Bayar Gas Rusia
Kamis, 24 Maret 2022 - 16:52 WIB
Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno dalam konferensi pers hari ini mengatakan bahwa pemerintah Jepang juga akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan negara itu untuk mengumpulkan informasi tentang langkah Rusia tersebut.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan di Eropa juga mengaku kebingungan setelah Rusia memberlakukan kebijakan baru untuk penjualan energinya. Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi waktu seminggu bagi bank sentral dan pemerintah menyiapkan mekanisme pembelian rubel di pasar domestik oleh para pembeli gas Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Rabu (23/3) bahwa negaranya akan meminta pembayaran dalam rubel untuk penjualan gas ke negara-negara "tidak bersahabat" sebagai pembalasan atas sanksi Barat.
Rusia telah menempatkan Jepang dalam daftar negara yang "tidak bersahabat" bersama dengan Amerika Serikat (AS), negara-negara anggota Uni Eropa (UE), dan sejumlah negara lainnya.
Baca Juga: Putin: Negara Tak Bersahabat Bayar Gas Rusia dengan Rubel
Sebelumnya, sejumlah perusahaan di Eropa juga mengaku kebingungan setelah Rusia memberlakukan kebijakan baru untuk penjualan energinya. Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi waktu seminggu bagi bank sentral dan pemerintah menyiapkan mekanisme pembelian rubel di pasar domestik oleh para pembeli gas Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Rabu (23/3) bahwa negaranya akan meminta pembayaran dalam rubel untuk penjualan gas ke negara-negara "tidak bersahabat" sebagai pembalasan atas sanksi Barat.
Rusia telah menempatkan Jepang dalam daftar negara yang "tidak bersahabat" bersama dengan Amerika Serikat (AS), negara-negara anggota Uni Eropa (UE), dan sejumlah negara lainnya.
Baca Juga: Putin: Negara Tak Bersahabat Bayar Gas Rusia dengan Rubel
Lihat Juga :