PLN Serap Listrik Hijau dari 2 PLTS Terbesar RI Milik Medco
Jum'at, 25 Maret 2022 - 17:29 WIB
"Sebagai key player dalam transisi energi di Tanah Air, PLN terus meningkatkan penggunaan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Termasuk di Bali yang akan menjadi lokasi acara puncak Presidensi G20 Indonesia," ungkap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Pembangunan proyek strategis nasional yang juga masuk dalam pilar green transformasi PLN ini diharapkan berkontribusi dalam pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 23 persen pada 2025. Kehadiran PLTS tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah daerah yang sedang membangun Pulau Dewata berbasis energi hijau.
"Beroperasinya dua PLTS ini akan menambah kapasitas pembangkit EBT eksisting nasional sebesar 0,6 persen. Sekaligus, menambah kapasitas terpasang PLTS eksisting nasional sebesar 61,7 persen," ungkap Darmawan.
Selain meningkatkan bauran EBT, pengoperasian kedua PLTS ini juga akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Bali. "Pengembangan EBT menjadi prioritas bagi PLN karena dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkitan. Ini juga merupakan perwujudan misi perusahaan dalam mendukung pemerintah mencapai net zero emission 2060," ujarnya.
Baca Juga: Pindah ke Energi Bersih, PLN Butuh Duit Rp1.077 Triliun
Pembangunan proyek strategis nasional yang juga masuk dalam pilar green transformasi PLN ini diharapkan berkontribusi dalam pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 23 persen pada 2025. Kehadiran PLTS tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah daerah yang sedang membangun Pulau Dewata berbasis energi hijau.
"Beroperasinya dua PLTS ini akan menambah kapasitas pembangkit EBT eksisting nasional sebesar 0,6 persen. Sekaligus, menambah kapasitas terpasang PLTS eksisting nasional sebesar 61,7 persen," ungkap Darmawan.
Selain meningkatkan bauran EBT, pengoperasian kedua PLTS ini juga akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Bali. "Pengembangan EBT menjadi prioritas bagi PLN karena dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkitan. Ini juga merupakan perwujudan misi perusahaan dalam mendukung pemerintah mencapai net zero emission 2060," ujarnya.
Baca Juga: Pindah ke Energi Bersih, PLN Butuh Duit Rp1.077 Triliun
Lihat Juga :