Pindah ke Energi Bersih, PLN Butuh Duit Rp1.077 Triliun
Kamis, 24 Maret 2022 - 20:39 WIB
loading...
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga batu bara. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) membutuhkan total dana USD75 miliar atau sekitar Rp1.077 triliun untuk merealisasikan transisi energi mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE) 2060.
Dana ini bakal digunakan untuk menjalankan program yang disusun PLN mulai dari pengembangan pembangkit EBT hingga teknologi penangkapan karbon dan hidrogen.
"PLN membutuhkan total USD75 miliar untuk melakukan transisi energi ini. PLN membuka peluang kerja sama baik dari sisi investasi, financial fund, maupun sharing teknologi untuk mewujudkan semua rencana tersebut," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi, Kamis (24/3/2022).
Baca Juga: Perbandingan Motor Listrik vs BBM, Siapa Paling Irit?
Secara rinci, Darmawan menyebutkan program-program yang disusun PLN untuk mendukung pencapaian NZE 2060. Salah satunya adalah pengembangan pembangkit EBT sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.
Dalam RUPTL Hijau ini, porsi pembangkit listrik berbasis EBT pada 2030 ditargetkan mencapai 29 gigawatt (GW). Untuk mencapai target tersebut, PLN bakal menambah pembangkit EBT baru hingga 20,9 GW. Khususnya, PLN juga akan mensupport industri di Kawasan Industri Hijau melalui pembangkit EBT.
"Pada 2021, kami sudah membangun pembangkit EBT sebesar 623 megawatt (MW) yang mayoritas adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA)," ujar Darmawan.
Dana ini bakal digunakan untuk menjalankan program yang disusun PLN mulai dari pengembangan pembangkit EBT hingga teknologi penangkapan karbon dan hidrogen.
"PLN membutuhkan total USD75 miliar untuk melakukan transisi energi ini. PLN membuka peluang kerja sama baik dari sisi investasi, financial fund, maupun sharing teknologi untuk mewujudkan semua rencana tersebut," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi, Kamis (24/3/2022).
Baca Juga: Perbandingan Motor Listrik vs BBM, Siapa Paling Irit?
Secara rinci, Darmawan menyebutkan program-program yang disusun PLN untuk mendukung pencapaian NZE 2060. Salah satunya adalah pengembangan pembangkit EBT sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.
Dalam RUPTL Hijau ini, porsi pembangkit listrik berbasis EBT pada 2030 ditargetkan mencapai 29 gigawatt (GW). Untuk mencapai target tersebut, PLN bakal menambah pembangkit EBT baru hingga 20,9 GW. Khususnya, PLN juga akan mensupport industri di Kawasan Industri Hijau melalui pembangkit EBT.
"Pada 2021, kami sudah membangun pembangkit EBT sebesar 623 megawatt (MW) yang mayoritas adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA)," ujar Darmawan.
Lihat Juga :