Siap-Siap, Indonesia Akan Punya Marketplace Karbon, Seperti Apa?
Senin, 28 Maret 2022 - 20:02 WIB
Target ini pun ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi semua pihak dan kebijakan yang saling mendukung. Pasalnya, menurut data Bappenas, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 3,4-3,5% dari PDB per tahun untuk mencapai NZE tersebut.
“Skema platform marketplace karbon seperti yang dibuat oleh CarbonX dapat berkontribusi dalam membantu pendanaan investasi untuk mencapai target NZE,” ungkap Pandu.
“Jika ini semua berlangsung secara optimal, Indonesia dapat menjadi penghasil pasokan karbon offset yang besar dan berkontribusi untuk komitmen NDC, serta secara tidak langsung memberi manfaat sosial dan ekonomi,” imbuhnya.
Sementara itu, Managing Director dan Co-Founder AirCarbon Exchange William Pazos mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan CarbonX akan semakin membuka kesempatan bagi produsen aset karbon di Indonesia.
“Pengumuman hari ini menandai tonggak sejarah dalam perkembangan cepat ACX sebagai salah satu marketplace karbon terbaik di dunia,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan teknologi ACX, sambung Pazos, kerja sama dengan CarbonX akan segera diluncurkan. “Pembeli dan penjual Indonesia akan segera mendapatkan akses ke pasar internasional dengan peserta dari 30 negara,” tuturnya.
Baca juga: RI Butuh Rp266 Triliun Tekan Emisi, APBN Hanya Mampu Rp85 Triliun
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi semua pihak dan kebijakan yang saling mendukung. Pasalnya, menurut data Bappenas, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 3,4-3,5% dari PDB per tahun untuk mencapai NZE tersebut.
“Skema platform marketplace karbon seperti yang dibuat oleh CarbonX dapat berkontribusi dalam membantu pendanaan investasi untuk mencapai target NZE,” ungkap Pandu.
“Jika ini semua berlangsung secara optimal, Indonesia dapat menjadi penghasil pasokan karbon offset yang besar dan berkontribusi untuk komitmen NDC, serta secara tidak langsung memberi manfaat sosial dan ekonomi,” imbuhnya.
Sementara itu, Managing Director dan Co-Founder AirCarbon Exchange William Pazos mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan CarbonX akan semakin membuka kesempatan bagi produsen aset karbon di Indonesia.
“Pengumuman hari ini menandai tonggak sejarah dalam perkembangan cepat ACX sebagai salah satu marketplace karbon terbaik di dunia,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan teknologi ACX, sambung Pazos, kerja sama dengan CarbonX akan segera diluncurkan. “Pembeli dan penjual Indonesia akan segera mendapatkan akses ke pasar internasional dengan peserta dari 30 negara,” tuturnya.
Baca juga: RI Butuh Rp266 Triliun Tekan Emisi, APBN Hanya Mampu Rp85 Triliun
Lihat Juga :