Daftar Lengkap 20 Keluarga Terkaya di Asia, Nomor 2 dari Indonesia

Kamis, 31 Maret 2022 - 11:48 WIB
Fubon Financial kabarnya sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli bisnis konsumen Citigroup di China daratan.

7. Cheng

Perusahaan : New World Development, Chow Tai Fook

Lokasi : Hong Kong

Generasi : ke-4

Kekayaan : USD23,1 miliar

Kekayaan keluarga Cheng dimulai dengan Chow Fook Jewellery, perusahaan perhiasan yang berbasis di Hong Kong. Simbol sahamnya adalah 1929, tahun didirikan. Cheng juga mengendalikan New World Development, salah satu perusahaan real estat dan infrastruktur terbesar di Hong Kong.

Kabarnya New World Development tengah menguraikan rencana untuk menjual rumah dengan setengah dari harga pasar, sebagai upaya mereka untuk membantu mengatasi krisis perumahan Hong Kong.

8. Pao/Woo

Perusahaan : BW Group, Wheelock

Lokasi : Hong Kong

Generasi : ke-3

Kekayaan : USD23 miliar

Pao Yue-kong memulai bisnis pengirimannya dengan brand HK yang dibawa ke Hong Kong dari Shanghai lebih dari setengah dekade yang lalu. Perusahaan ini mengumpulkan lebih dari 200 kapal pada tahun 1979, menjadikannya armada pengiriman massal terbesar yang dimiliki secara independen di dunia pada waktu itu.

Beradaptasi dengan kondisi pasar, Pao melakukan diversifikasi ke real estat, menggunakan dana dari hasil penjualan kapal. Ketika Pao meninggal pada tahun 1991, bisnisnya dibagi di antara keempat putrinya dan keluarga mereka.

Sebagian besar kekayaan keluarga saat ini berasal dari pengembang properti Hong Kong Wheelock, yang diambil secara pribadi pada tahun 2020. Untuk diketahui Douglas Woo termasuk di antara mereka yang membantu membersihkan batu bata dari jalan ketika protes anti-pemerintah melanda Hong Kong pada 2019, silam.

9. Lee

Perusahaan : Lee Kum Kee

Lokasi : Hong Kong

Generasi : ke-5

Kekayaan : USD20,6 miliar

Lee Kum Sheung menemukan saus tiram dan mendirikan Lee Kum Kee pada tahun 1888. Ketika pabrik saus tiram asli di provinsi Guangdong terbakar pada tahun 1902, bisnis ini dibangun kembali di negara tetangganya Macau. Di mana ia kemudian sampai pindah ke kota Hong Kong yang lebih makmur.

Anggota generasi ketiga Lee Man Tat mengkonsolidasikan kendalinya atas perusahaan, dengan membeli dari paman dan saudara laki-lakinya. Keluarga ini berkelana ke bisnis suplemen kesehatan pada tahun 1992 dengan LKK Health Products, produsen dan penjual obat herbal.

Keluarga ini juga memiliki aset real estat yang substansial, termasuk menara Walkie Talkie di London. Lee Man Tat meninggal pada tahun 2021 pada usia 91 tahun, dan putranya Charlie kini menjadi chairman.

Tahukah kamu bahwa Astronot menggunakan Sriracha Mayo milik Lee Kum Kee di Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA.

10. Yoovidhya

Perusahaan : TCP Group

Lokasi : Thailand

Generasi : ke-2

Kekayaan : USD19,6 miliar

Chaleo Yoovidhya mendirikan T.C. Pharmaceutical pada tahun 1956 dengan fokus menjual obat-obatan. Dia kemudian melakukan diversifikasi bisnis ke barang-barang konsumsi, dan pada tahun 1975 menemukan minuman energi yang dia sebut Krating Daeng, bahasa Thailand untuk "red bull."

Setelah marketing asal Austria, Dietrich Mateschitz menemukan minuman itu dalam perjalanan bisnisnya, ia bekerja sama dengan Chaleo untuk memodifikasi resep dan memasarkan Red Bull secara global.

Nasib keluarga Yoovidhya dan Mateschitz sebagian besar dapat dikaitkan dengan keberhasilan Red Bull. Ketika Chaleo meninggal, putranya Saravoot Yoovidhya menjadi chief executive officer TCP Group.

Saat wabah melanda dunia, TCP Group mengirimkan peralatan medis ke rumah sakit Thailand untuk melawan pandemi Covid-19.

11. Kwek/Quek

Perusahaan : Hong Leong Group

Lokasi : Singapura/Malaysia

Generasi : ke-3

Kekayaan : USD17,8 miliar

Kwek Hong Png dan ketiga saudaranya mendirikan Hong Leong Co. di Singapura pada tahun 1941. Putra sulungnya, Kwek Leng Beng menjalankan operasi dari mulai pengembangan properti hingga perhotelan dan keuangan.

Keponakan Quek Leng Chan dikirim ke Malaysia untuk memimpin bagian dari bisnis keluarga, yang telah menjadi salah satu konglomerat terbesar di negara itu. City Developments menjual sahamnya kepada perusahaan China yang kontroversial seharga USD1 miliar setelah kehilangan USD1,4 miliar.

12. Sy

Perusahaan : SM Investments

Lokasi : Filipina

Generasi : ke-3

Kekayaan : USD17,8 miliar

Henry Sy lahir di China dan kemudian berimigrasi ke Filipina ketika berusia 12 tahun. Dia membantu ayahnya menjual beras, sarden dan sabun sebelum dia membuka toko sepatu pertamanya pada tahun 1958.

Dari sebuah toko kecil di pusat kota Manila, bisnis ini telah berkembang menjadi konglomerat dengan lini bisnis yang terus meluas termasuk ritel, perbankan dan properti. Saat ini, grup ini menjalankan ribuan toko ritel dan perbankan.

Lebih dari 6 juta dosis vaksin Covid-19 diberikan SM sepanjang Pandemi, sebagai bentuk bantuan perusahaan.

13. Kadoorie

Perusahaan : CLP Holdings

Lokasi : Hong Kong

Generasi : ke-4

Kekayaan : USD17,8 miliar

Pada 1880-an, Elly Kadoorie dan kakak laki-lakinya Ellis tiba di Hong Kong untuk bekerja dengan Sassoons, sebuah keluarga terkemuka diaspora Yahudi Baghdad. Saudara-saudaranya kemudian mendirikan broker dan mengumpulkan saham di perbankan, real estat dan fasilitas pembangkit listrik.

Investasi besar dilakukan termasuk CLP Holdings, pemasok listrik ke Kowloon dan New Territories, serta Hongkong & Shanghai Hotels, grup yang memiliki jaringan Peninsula Hotel. Michael, cucu Elly, sekarang memimpin kedua bisnis itu.

CLP, yang merayakan ulang tahun ke-120 pada tahun 2021, telah berkomitmen untuk emisi nol bersih pada tahun 2050.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!