Daftar Lengkap 20 Keluarga Terkaya di Asia, Nomor 2 dari Indonesia
Kamis, 31 Maret 2022 - 11:48 WIB
14. Birla
Perusahaan : Aditya Birla Group
Lokasi : India
Generasi : ke-6
Kekayaan : USD16,7 miliar
Aditya Birla Group adalah salah satu bisnis milik keluarga tertua di India, yang bergerak di industri termasuk logam, semen, jasa keuangan, telekomunikasi dan ritel.
Semua ini dimulai sebagai perusahaan perdagangan kapas pada abad ke-19 sebelum Ghanshyam Das Birla, yang membiayai perjuangan Mahatma Gandhi untuk kemerdekaan dari pemerintahan Inggris, menciptakan apa yang telah menjadi salah satu pembuat aluminium terbesar di negara itu.
Cicitnya, Kumar Birla, sekarang menjadi chairman untuk bisnisnya. Sebagai informasi, Mahatma Gandhi dibunuh di halaman rumah Ghanshyam Das Birla di New Delhi.
15. Lee
Perusahaan : Samsung
Lokasi : Korea Selatan
Generasi : ke-3
Kekayaan : USD16,3 miliar
Lee Byung-chull membangun Samsung pada tahun 1938 sebagai perusahaan perdagangan yang mengekspor buah-buahan, sayuran dan ikan. Dia masuk ke bisnis elektronik dengan mendirikan Samsung Electronics pada tahun 1969, yang telah menjadi pembuat chip memori dan smartphone terbesar di dunia.
Ketika dia meninggal pada tahun 1987, putra ketiganya, Lee Kun-hee mengambil alih bisnis. Dia meninggal pada Oktober 2020 setelah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit setelah serangan jantung pada 2014.
Jay Y. Lee, yang memperkuat kendali atas klan konglomerat Samsung sejak saat itu. Ia sempat menghabiskan waktu di penjara karena tuduhan penyuapan dalam skandal yang menyebabkan pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye pada 2017. Dia dibebaskan bersyarat tahun lalu.
Untuk diketahui keluarga mendiang Lee Kun-hee menjanjikan saham senilai lebih dari USD13 miliar untuk membantu mengulur waktu pembayaran salah satu tagihan warisan terbesar.
16. Torii/Saji
Perusahaan : Suntory
Lokasi : Jepang
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD16,1 miliar
Pendiri Suntory Shinjiro Torii membuka toko pertamanya pada tahun 1899, dimana Ia menjual anggur dan minuman keras bergaya barat.
Di bawah kepemimpinan putranya Keizo Saji, yang mengambil alih sebagai presiden pada tahun 1961, Suntory telah menjadi konglomerat bernilai miliaran dolar dengan beragam sektor bisnis mulai dari minuman beralkohol hingga makanan kesehatan.
Cucu pendiri, Nobutada Saji kini memimpin perusahaan saat ini. Tahukah kamu, Suntory merevisi target lingkungannya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari operasi langsungnya sebesar 50% pada tahun 2030.
17. Chung
Perusahaan : Hyundai
Lokasi : Korea Selatan
Generasi : ke-3
Kekayaan : USD15,6 miliar
Juyung Chung, putra seorang petani mendirikan Hyundai pada tahun 1946 sebagai perusahaan teknik dan konstruksi. Perusahaan tersebut telah tumbuh menjadi konglomerat yang membuat segalanya mulai dari mobil hingga kapal.
Dia meninggal pada tahun 2001, tak lama usai group itu bubar ketika ada konflik untuk menguasai perusahaan antara dua dari enam putranya yang masih hidup. Hal ini mengakibatkan pemisahan Hyundai Motor, yang sekarang dipimpin oleh cucu pendiri, Euisun Chung yang mengambil alih posisi chairman dari ayahnya.
Hyundai Motor diterangkan sempat mengatakan, bakal menginvestasikan USD7,4 miliar di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025 untuk memproduksi kendaraan listrik.
18. Hinduja
Perusahaan : Hinduja Group
Lokasi : India
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD14 miliar
Parmanand Hinduja yang berasal dari Shikarpur, sekarang di Pakistan melakukan perjalanan ke Mumbai untuk mendirikan bisnis di bidang perdagangan dan perbankan pada tahun 1914.
Lima tahun kemudian, ia membuka kantor di Tehran, di mana grup ini tetap bertahan sampai 1979. Parmanand meninggal pada tahun 1971, dan putra-putranya Gopichand dan Srichand berangkat ke London delapan tahun kemudian, sementara Prakash pindah ke Jenewa dan Ashok tetap di Mumbai.
Grup Hinduja saat ini memiliki bisnis di industri seperti energi, otomotif, keuangan dan perawatan kesehatan. Keluarga ini memiliki real estat di India dan di kota-kota termasuk London. Sempat ada perselisihan atas surat yang membagi kekayaan mereka.
Karam Hinduja sedang berlatih untuk menjadi pemain tenis profesional sebelum ia menderita herniated disc.
19. Zhang
Perusahaan : China Hongqiao, Weiqiao Textile
Lokasi : China
Generasi : ke-2
Kekayaan : USD13,8 miliar
Zhang Shiping memulai pendahulu China, Hongqiao pada tahun 1994. Anggota veteran Partai Komunis itu memanfaatkan sepenuhnya reformasi pasar yang dibawa oleh mantan pemimpin Deng Xiaoping untuk mengubah perusahaannya menjadi produsen aluminium utama di China.
Setelah kematiannya, putranya Zhang Bo menjadi chairman bisnis aluminium, sementara putrinya Zhang Hongxia mengambil alih bisnis tekstil Weiqiao. China Hongqiao menerima USD600 juta dari tiga investor strategis baru pada April 2021.
20. Bajaj
Perusahaan : Bajaj Group
Lokasi : India
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD13,7 miliar
Jamnalal Bajaj, yang dikenal sebagai 'putra kelima' mahatma Gandhi, mendirikan Bajaj Group pada tahun 1926. Putranya Kamalnayan memulai Bajaj Auto dan berkembang menjadi bisnis baru, termasuk semen dan peralatan listrik.
Perusahaan mulai memproduksi skuter merek sendiri ketika Piaggio Italia tidak memperbarui lisensi Bajaj pada 1970-an. Pada tahun 2008, putra Kamalnayan Rahul membagi Bajaj Auto menjadi tiga unit untuk meningkatkan pengembalian pemegang saham dan memberikan lebih banyak pengawasanmanajemen kepada ahli warisnya.
Perusahaan : Aditya Birla Group
Lokasi : India
Generasi : ke-6
Kekayaan : USD16,7 miliar
Aditya Birla Group adalah salah satu bisnis milik keluarga tertua di India, yang bergerak di industri termasuk logam, semen, jasa keuangan, telekomunikasi dan ritel.
Semua ini dimulai sebagai perusahaan perdagangan kapas pada abad ke-19 sebelum Ghanshyam Das Birla, yang membiayai perjuangan Mahatma Gandhi untuk kemerdekaan dari pemerintahan Inggris, menciptakan apa yang telah menjadi salah satu pembuat aluminium terbesar di negara itu.
Cicitnya, Kumar Birla, sekarang menjadi chairman untuk bisnisnya. Sebagai informasi, Mahatma Gandhi dibunuh di halaman rumah Ghanshyam Das Birla di New Delhi.
15. Lee
Perusahaan : Samsung
Lokasi : Korea Selatan
Generasi : ke-3
Kekayaan : USD16,3 miliar
Lee Byung-chull membangun Samsung pada tahun 1938 sebagai perusahaan perdagangan yang mengekspor buah-buahan, sayuran dan ikan. Dia masuk ke bisnis elektronik dengan mendirikan Samsung Electronics pada tahun 1969, yang telah menjadi pembuat chip memori dan smartphone terbesar di dunia.
Ketika dia meninggal pada tahun 1987, putra ketiganya, Lee Kun-hee mengambil alih bisnis. Dia meninggal pada Oktober 2020 setelah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit setelah serangan jantung pada 2014.
Jay Y. Lee, yang memperkuat kendali atas klan konglomerat Samsung sejak saat itu. Ia sempat menghabiskan waktu di penjara karena tuduhan penyuapan dalam skandal yang menyebabkan pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye pada 2017. Dia dibebaskan bersyarat tahun lalu.
Untuk diketahui keluarga mendiang Lee Kun-hee menjanjikan saham senilai lebih dari USD13 miliar untuk membantu mengulur waktu pembayaran salah satu tagihan warisan terbesar.
16. Torii/Saji
Perusahaan : Suntory
Lokasi : Jepang
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD16,1 miliar
Pendiri Suntory Shinjiro Torii membuka toko pertamanya pada tahun 1899, dimana Ia menjual anggur dan minuman keras bergaya barat.
Di bawah kepemimpinan putranya Keizo Saji, yang mengambil alih sebagai presiden pada tahun 1961, Suntory telah menjadi konglomerat bernilai miliaran dolar dengan beragam sektor bisnis mulai dari minuman beralkohol hingga makanan kesehatan.
Cucu pendiri, Nobutada Saji kini memimpin perusahaan saat ini. Tahukah kamu, Suntory merevisi target lingkungannya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari operasi langsungnya sebesar 50% pada tahun 2030.
17. Chung
Perusahaan : Hyundai
Lokasi : Korea Selatan
Generasi : ke-3
Kekayaan : USD15,6 miliar
Juyung Chung, putra seorang petani mendirikan Hyundai pada tahun 1946 sebagai perusahaan teknik dan konstruksi. Perusahaan tersebut telah tumbuh menjadi konglomerat yang membuat segalanya mulai dari mobil hingga kapal.
Dia meninggal pada tahun 2001, tak lama usai group itu bubar ketika ada konflik untuk menguasai perusahaan antara dua dari enam putranya yang masih hidup. Hal ini mengakibatkan pemisahan Hyundai Motor, yang sekarang dipimpin oleh cucu pendiri, Euisun Chung yang mengambil alih posisi chairman dari ayahnya.
Hyundai Motor diterangkan sempat mengatakan, bakal menginvestasikan USD7,4 miliar di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025 untuk memproduksi kendaraan listrik.
18. Hinduja
Perusahaan : Hinduja Group
Lokasi : India
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD14 miliar
Parmanand Hinduja yang berasal dari Shikarpur, sekarang di Pakistan melakukan perjalanan ke Mumbai untuk mendirikan bisnis di bidang perdagangan dan perbankan pada tahun 1914.
Lima tahun kemudian, ia membuka kantor di Tehran, di mana grup ini tetap bertahan sampai 1979. Parmanand meninggal pada tahun 1971, dan putra-putranya Gopichand dan Srichand berangkat ke London delapan tahun kemudian, sementara Prakash pindah ke Jenewa dan Ashok tetap di Mumbai.
Grup Hinduja saat ini memiliki bisnis di industri seperti energi, otomotif, keuangan dan perawatan kesehatan. Keluarga ini memiliki real estat di India dan di kota-kota termasuk London. Sempat ada perselisihan atas surat yang membagi kekayaan mereka.
Karam Hinduja sedang berlatih untuk menjadi pemain tenis profesional sebelum ia menderita herniated disc.
19. Zhang
Perusahaan : China Hongqiao, Weiqiao Textile
Lokasi : China
Generasi : ke-2
Kekayaan : USD13,8 miliar
Zhang Shiping memulai pendahulu China, Hongqiao pada tahun 1994. Anggota veteran Partai Komunis itu memanfaatkan sepenuhnya reformasi pasar yang dibawa oleh mantan pemimpin Deng Xiaoping untuk mengubah perusahaannya menjadi produsen aluminium utama di China.
Setelah kematiannya, putranya Zhang Bo menjadi chairman bisnis aluminium, sementara putrinya Zhang Hongxia mengambil alih bisnis tekstil Weiqiao. China Hongqiao menerima USD600 juta dari tiga investor strategis baru pada April 2021.
20. Bajaj
Perusahaan : Bajaj Group
Lokasi : India
Generasi : ke-4
Kekayaan : USD13,7 miliar
Jamnalal Bajaj, yang dikenal sebagai 'putra kelima' mahatma Gandhi, mendirikan Bajaj Group pada tahun 1926. Putranya Kamalnayan memulai Bajaj Auto dan berkembang menjadi bisnis baru, termasuk semen dan peralatan listrik.
Perusahaan mulai memproduksi skuter merek sendiri ketika Piaggio Italia tidak memperbarui lisensi Bajaj pada 1970-an. Pada tahun 2008, putra Kamalnayan Rahul membagi Bajaj Auto menjadi tiga unit untuk meningkatkan pengembalian pemegang saham dan memberikan lebih banyak pengawasanmanajemen kepada ahli warisnya.
(akr)
Lihat Juga :