Pertamax Rp12.500/Liter Disebut Masih Masuk Akal, Pengamat: Pengendara Tahu Bedanya
Kamis, 07 April 2022 - 23:10 WIB
Dengan disparitas harga yang tidak terlalu signifikan, Mamit berharap, migrasi konsumen Pertamax ke Pertalite tidak terlalu tinggi. Sehingga diharapkan, tidak ada over kuota terhadap jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) tersebut.
"Saya rasa kemungkinan migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite maksimal hanya 25 persen kira-kira," ucapnya.
"Apalagi untuk pengendara yang sudah merasakan perbedaan Pertalite dan Pertamax. Harga yang diputuskan Pertamina masih sangat masuk akal," sambungnya.
Namun sambung Mamit, di tengah kondisi yang tidak menentu imbas dari perang antara Rusia dengan Ukraina, pemerintah mulai harus berpikir tentang diversifikasi energi. Selain itu, isu pengurangan gas rumah kaca juga harus mulai dibahas secara serius.
"Kalau tidak, maka dalam waktu dekat sektor transportasi akan jadi pemyumbanng terbesar gas rumah kaca," jelasnya.
"Saya rasa kemungkinan migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite maksimal hanya 25 persen kira-kira," ucapnya.
"Apalagi untuk pengendara yang sudah merasakan perbedaan Pertalite dan Pertamax. Harga yang diputuskan Pertamina masih sangat masuk akal," sambungnya.
Namun sambung Mamit, di tengah kondisi yang tidak menentu imbas dari perang antara Rusia dengan Ukraina, pemerintah mulai harus berpikir tentang diversifikasi energi. Selain itu, isu pengurangan gas rumah kaca juga harus mulai dibahas secara serius.
"Kalau tidak, maka dalam waktu dekat sektor transportasi akan jadi pemyumbanng terbesar gas rumah kaca," jelasnya.
Lihat Juga :