Mall Dibuka, Konsumen Banyak Beli Kosmetik dan Tempat Tidur

Kamis, 18 Juni 2020 - 16:22 WIB
"Kalau average 8% itu Rp400 juta. Kalau sales-nya tinggal 10%, tinggal Rp500 juta. Proftinya itu kita hanya dapat uang di tangan Rp125 juta, jadi untuk membayar sewa. Apalagi kalau toko hanya di Jakarta, tidak punya online. Bayangin pendapatnya nol," katanya. Baca: Baru 'Sembuh', Ritel Tidak Bisa Langsung Kejar Omzet 100%

Handaka menambahkan jumlah mal di Jakarta yang paling banyak dibandingkan wilayah lain juga berkontribusi 50%-60% pada pertumbuhan ritel di Indonesia. Dengan fakta ini, menurutnya menjaga kegiatan perdagangan di mal-mal Jakarta sangatlah krusial.

"Pertumbuhan ritel itu 50%-60% ada di Jakarta. Nah itu bisa diperhitungkan dengan konsumsi yang turun di pandemi. Maka saya rasa dengan dibukanya Jakarta untuk pusat perbelanjaan menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan perekonomian negara," pungkasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!