Wamenparekraf Angela Tegaskan Peran Penting Perempuan dalam Pembangunan
Selasa, 12 April 2022 - 09:21 WIB
"Peran perempuan menjadi sangatlah penting di masa pandemi Covid-19. Data dari UMKM Indonesia, sebelum pandemi 60% dari UMKM dikelola oleh perempuan, dan data ini meningkat menjadi 64,5% di tahun 2021. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Lebih dari 99,9% dari total pelaku usaha adalah UMKM yang menyerap 97% dari total tenaga kerja nasional dan memberi kontribusi lebih dari 57% PDB Indonesia," kata Angela.
Di banyak kunjungan Angela, ke daerah-daerah saat mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), terlihat sekali keterlibatan perempuan dalam ketahanan ekonomi. Mereka beradaptasi dengan teknologi dan menggunakan penjualan online sebagai solusi berjualan di masa pandemi.
Namun, kata dia, memang sangat disayangkan sekali peran perempuan masih sering dilihat sebelah mata. Karena itu pula, menurutnya banyak yang tidak melihat kondisi mental dari perempuan akibat pandemi.
"UN Women menemukan 75% perempuan merasa terganggu kesehatan mentalnya di masa-masa pandemi Covid-19. Dan melihat kondisi ini, tentunya Kemenparekraf sebagai Kementerian, dengan sektor Parekraf yang di dominasi oleh perempuan, kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada perempuan dalam menjalankan usaha Parekraf dan bekerja di lingkungan, di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," paparnya.
Kemenparekraf memfasilitasi akses permodalan, pendampingan usaha, fasilitasi HKI, peningkatan kualitas kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, promosi, events, on boarding ke platform digital dan masih banyak lagi. Kemenparekraf juga mendorong program wirausaha, agar semakin banyak perempuan bisa terlibat sebagai entrepreneur-entrepreneur sehingga bisa menciptakan ekosistem wirausaha yang berpihak kepada perempuan.
Di banyak kunjungan Angela, ke daerah-daerah saat mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), terlihat sekali keterlibatan perempuan dalam ketahanan ekonomi. Mereka beradaptasi dengan teknologi dan menggunakan penjualan online sebagai solusi berjualan di masa pandemi.
Namun, kata dia, memang sangat disayangkan sekali peran perempuan masih sering dilihat sebelah mata. Karena itu pula, menurutnya banyak yang tidak melihat kondisi mental dari perempuan akibat pandemi.
"UN Women menemukan 75% perempuan merasa terganggu kesehatan mentalnya di masa-masa pandemi Covid-19. Dan melihat kondisi ini, tentunya Kemenparekraf sebagai Kementerian, dengan sektor Parekraf yang di dominasi oleh perempuan, kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada perempuan dalam menjalankan usaha Parekraf dan bekerja di lingkungan, di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," paparnya.
Kemenparekraf memfasilitasi akses permodalan, pendampingan usaha, fasilitasi HKI, peningkatan kualitas kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, promosi, events, on boarding ke platform digital dan masih banyak lagi. Kemenparekraf juga mendorong program wirausaha, agar semakin banyak perempuan bisa terlibat sebagai entrepreneur-entrepreneur sehingga bisa menciptakan ekosistem wirausaha yang berpihak kepada perempuan.
Lihat Juga :