Perkuat Pembiayaan Perbankan, Begini Jurus BI

Rabu, 13 April 2022 - 11:29 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan bahwa kebijakan makroprudensial akomodatif selama triwulan I 2022 terus diperkuat untuk mendukung pembiayaan ekonomi dari perbankan guna pemulihan ekonomi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan bahwa kebijakan makroprudensial akomodatif selama triwulan I 2022 terus diperkuat untuk mendukung pembiayaan ekonomi dari perbankan guna pemulihan ekonomi nasional. Ada beberapa langkah yang ditempuh dalam memenuhi penguatan tersebut.

"Yang pertama, memberikan insentif berupa pelonggaran atas kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah hingga sebesar 1% bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pembiayaan kepada sektor prioritas dan UMKM, dan atau memenuhi target rasio pembiayaan inklusif makroprudensial dan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2022," ujar Perry dalam konferensi pers virtual Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (13/4/2022).



Baca Juga: Bank Indonesia Sebut Bank Masih 'Kebanjiran Duit'

Dia menyebutkan bahwa kebijakan makroprudensial akomodatif juga terus diperkuat dengan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman spread suku bunga kredit perbankan termasuk dengan perbandingan negara kawasan. BI juga melanjutkan akselerasi digitalisasi memperkuat sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!