Peneliti BRIN: Kenaikan Harga BBM Perlu untuk Kendalikan Beban Subsidi
Jum'at, 15 April 2022 - 19:45 WIB
Maxensius juga menyoroti fenomena penyalahgunaan subsidi oleh mereka yang tidak berhak. Kebijakan penyesuaian harga BBM menurutnya kerap membuat masyarakat berburu BBM yang murah. Untuk itu, dia menyarankan pemerintah memberbaiki strategi komunikasi tentang situasi harga minyak dan dampak yang ditimbulkannya.
Komunikasi itu menurutnya harus dibangun berbasis pada data. Komunikasi ini diperlukan untuk memberikan informasi mengenai besarnya subsidi yang ditanggung pemerintah dan beban badan usaha akibat kenaikan harga minyak. "Mudah-mudahan melalui literasi yang baik, kita bisa mengubah perilaku masyarakat. Ini subsidi sayang uangnya," kata dia.
Maxensius menilai, sangat disayangkan jika anggaran negara habis untuk memberikan subsidi energi. Padahal, anggaran tersebut seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif, semisal mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri. "Kalau mau kompromi, naikkan saja harga BBM dan lainnya secara gradual. Ini juga untuk mengurangi beban pemerintah dan badan usaha," tandasnya.
Komunikasi itu menurutnya harus dibangun berbasis pada data. Komunikasi ini diperlukan untuk memberikan informasi mengenai besarnya subsidi yang ditanggung pemerintah dan beban badan usaha akibat kenaikan harga minyak. "Mudah-mudahan melalui literasi yang baik, kita bisa mengubah perilaku masyarakat. Ini subsidi sayang uangnya," kata dia.
Maxensius menilai, sangat disayangkan jika anggaran negara habis untuk memberikan subsidi energi. Padahal, anggaran tersebut seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif, semisal mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri. "Kalau mau kompromi, naikkan saja harga BBM dan lainnya secara gradual. Ini juga untuk mengurangi beban pemerintah dan badan usaha," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :