Proyeksi Ekonomi Kuartal II/2020 Direvisi Lagi, Sri Mulyani: Minus 3,8%

Jum'at, 19 Juni 2020 - 12:12 WIB
Dipaparkan juga olehnya mengenai kondisi keuangan negara karena Covid-19, dimana akan menambah belanja hingga hampir Rp700 triliun. Sementara itu di sisi lain, penerimaan masih akan mengalami penurunan.

(Baca Juga: Menko Airlangga: Krisis Covid-19 Bisa Sampai 2022 )

Menurutnya kondisi ekonomi keseluruhan tahun akan bergantung pada pemulihan di kuartal III dan kuartal IV. Tahun ini, Kemenkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai kisaran -0,4% hingga -1%.

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani menegaskan pihaknya menargetkan keseimbangan primer pada kisaran mendekati nol. "Artinya APBN sudah mulai sehat sehingga memiliki defisit yang hanya 1,79% dengan keseimbangan primer mendekati nol," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!