5 Jurus Meramu Pangan Lokal ke Pentas Dunia
Selasa, 19 April 2022 - 19:13 WIB
Peningkatan produksi pangan juga difokuskan pada enam komoditas sumber karbohidrat di antaranya pisang, singkong, kentang, talas, sagu, dan jagung. Dengan adanya peningkatan keenam sumber komoditas tersebut maka preferensi masyarakat terhadap pangan menjadi lebih terbuka.
2. Mendorong Konsumsi Pangan Lokal
Langkah selanjutnya adalah dengan mendorong konsumsi pangan lokal. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, seperti Anda ketahui sekarang pemasaran sayur-mayur tidak hanya dilakukan secara offline saja. Para pedagang memanfaatkan media sosial untuk memperluas akses dalam menjangkau konsumen.
Selain itu pertanian urban juga semakin digemari. Tidak dapat dipungkiri kebiasaan ini merupakan dampak pandemi berkepanjangan, aktivitas masyarakat banyak dilakukan di rumah sehingga memanfaatkan waktu luang mereka untuk bercocok tanam. Upaya terakhir adalah dengan menambah ragam olahan pangan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak berasal dari komoditas tertentu saja.
3. Memperbaiki Sarana Prasarana Pangan Lokal
Sebagai upaya meningkatkan konsumsi pangan lokal diperlukan perbaikan sarana dan prasarana terlebih dahulu. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menyediaan pupuk bersubsidi, pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan bibit, benih, kredit, dan berbagai input lainnya.
Melalui perbaikan sarana prasarana, tentu akan menghasilkan pangan lokal berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat. Tidak lupa kebijakan dan manajemen pengelolaan pangan akan semakin meningkatkan ketahanan pangan.
Enam aspek lainnya seperti kesesuaian iklim, kecocokan topografi wilayah, pengembangan sumber daya manusia (SDM) petani, pemanfaatan teknologi, peta eksisting pangan, rencana perluasan on-farm dan off-farm ke depan, serta dukungan kebijakan daerah untuk swasembada akan semakin memperkuat ketahanan pangan.
4. Memperbaiki Akses Masyarakat Terhadap Pangan Lokal
2. Mendorong Konsumsi Pangan Lokal
Langkah selanjutnya adalah dengan mendorong konsumsi pangan lokal. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, seperti Anda ketahui sekarang pemasaran sayur-mayur tidak hanya dilakukan secara offline saja. Para pedagang memanfaatkan media sosial untuk memperluas akses dalam menjangkau konsumen.
Selain itu pertanian urban juga semakin digemari. Tidak dapat dipungkiri kebiasaan ini merupakan dampak pandemi berkepanjangan, aktivitas masyarakat banyak dilakukan di rumah sehingga memanfaatkan waktu luang mereka untuk bercocok tanam. Upaya terakhir adalah dengan menambah ragam olahan pangan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak berasal dari komoditas tertentu saja.
3. Memperbaiki Sarana Prasarana Pangan Lokal
Sebagai upaya meningkatkan konsumsi pangan lokal diperlukan perbaikan sarana dan prasarana terlebih dahulu. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menyediaan pupuk bersubsidi, pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan bibit, benih, kredit, dan berbagai input lainnya.
Melalui perbaikan sarana prasarana, tentu akan menghasilkan pangan lokal berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat. Tidak lupa kebijakan dan manajemen pengelolaan pangan akan semakin meningkatkan ketahanan pangan.
Enam aspek lainnya seperti kesesuaian iklim, kecocokan topografi wilayah, pengembangan sumber daya manusia (SDM) petani, pemanfaatan teknologi, peta eksisting pangan, rencana perluasan on-farm dan off-farm ke depan, serta dukungan kebijakan daerah untuk swasembada akan semakin memperkuat ketahanan pangan.
4. Memperbaiki Akses Masyarakat Terhadap Pangan Lokal
Lihat Juga :