Lifting Migas Kuartal I 2022 Masih di Bawah Target, Ini Kendalanya
Jum'at, 22 April 2022 - 13:48 WIB
Secara rinci, Dwi membeberkan, unplanned shutdown di lokasi proyek migas menjadi biang kerok belum tercapainya target produksi migas . Sejak akhir Maret 2021, proyek milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melakukan penggantian GTU absorbed dan BP mengalami unplanned shutdown di train 1 dan 2.
Baca Juga: Perkuat Peran SKK Migas Melalui Realisasi RUU Migas
Kemudian, terjadi kebocoran pipa proyek milik PHE ONWJ dan GLC Belida milik MedcoEP Natuna mengalami tripped (error/fall). Efek penurunan lifting migas terbesar terjadi ketika proyek milik PHR tersambar petir sehingga menurunkan lifting migas menjadi 616 ribu bopd dari 652 ribu bopd.
"Ditambah lagi EMCL sempat blackout karena ada sambungan kabelnya terbakar," ungkap Dwi.
Dwi menegaskan, pihaknya tengah mencari cara dan strategi terbaik agar unplanned shutdown ini bisa dicegah. "Lawan kita yang paling utama adalah unplanned shutdown. Ini yang akan kita coba nanti bagaimana bisa menurunkan unplanned shutdown, so far kita sudah susun strateginya," ujar Dwi.
Baca Juga: Perkuat Peran SKK Migas Melalui Realisasi RUU Migas
Kemudian, terjadi kebocoran pipa proyek milik PHE ONWJ dan GLC Belida milik MedcoEP Natuna mengalami tripped (error/fall). Efek penurunan lifting migas terbesar terjadi ketika proyek milik PHR tersambar petir sehingga menurunkan lifting migas menjadi 616 ribu bopd dari 652 ribu bopd.
"Ditambah lagi EMCL sempat blackout karena ada sambungan kabelnya terbakar," ungkap Dwi.
Dwi menegaskan, pihaknya tengah mencari cara dan strategi terbaik agar unplanned shutdown ini bisa dicegah. "Lawan kita yang paling utama adalah unplanned shutdown. Ini yang akan kita coba nanti bagaimana bisa menurunkan unplanned shutdown, so far kita sudah susun strateginya," ujar Dwi.
(akr)
Lihat Juga :