Potensi Ekonomi Digital Tembus Rp2.095 Triliun, Sayang Dilewatkan Sektor Industri
Jum'at, 22 April 2022 - 15:12 WIB
Tak mau ketinggalan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga dikebut agar segera melakukan digitalisasi dalam kegiatan usahanya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan 50% para UMKM di Indonesia sudah menuju ekonomi digital. "Sebanyak 30 juta dari 60 juta para UMKM yang tersebar di seluruh daerah sudah menuju sistem ekonomi digital atau sudah mencapai 50 persen," kata Sandiaga Uno.
Ekonomi digital merupakan realisasi dari program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni maupun budaya untuk mengembangkan potensi lokal.
Seiring booming teknologi digital, kalangan ekonom dan analis menilai kualitas layanan, kecepatan, dan keamanan data akan menjadi tantangan utama ke depan. Perkembangan ekonomi digital dinilai akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan kualitas masih buruk.
Peneliti dan Ekonom Indef, Nailul Huda menilai industri teknologi digital dan industri telekomunikasi merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pandemi terjadi, industri atau ekonomi digital melesat yang menyebabkan sektor ekonomi telekomunikasi dan informasi tumbuh dua digit.
"Jadi, keduanya mampu menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme. Perkembangan ekonomi digital juga akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan karena kualitas masih buruk,” kata Nailul Huda.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan 50% para UMKM di Indonesia sudah menuju ekonomi digital. "Sebanyak 30 juta dari 60 juta para UMKM yang tersebar di seluruh daerah sudah menuju sistem ekonomi digital atau sudah mencapai 50 persen," kata Sandiaga Uno.
Ekonomi digital merupakan realisasi dari program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni maupun budaya untuk mengembangkan potensi lokal.
Seiring booming teknologi digital, kalangan ekonom dan analis menilai kualitas layanan, kecepatan, dan keamanan data akan menjadi tantangan utama ke depan. Perkembangan ekonomi digital dinilai akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan kualitas masih buruk.
Peneliti dan Ekonom Indef, Nailul Huda menilai industri teknologi digital dan industri telekomunikasi merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pandemi terjadi, industri atau ekonomi digital melesat yang menyebabkan sektor ekonomi telekomunikasi dan informasi tumbuh dua digit.
"Jadi, keduanya mampu menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme. Perkembangan ekonomi digital juga akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan karena kualitas masih buruk,” kata Nailul Huda.
Lihat Juga :