Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Rokok Elektrik

Jum'at, 22 April 2022 - 17:25 WIB
Dikutip dari ukhsa.blog.gov.uk, Nikotin sebenarnya adalah zat alami yang ditemukan di banyak produk termasuk dalam tomat. Meskipun nikotin adalah alasan orang menjadi kecanduan merokok, ribuan bahan kimia lain yang terkandung dalam asap rokok lah yang menyebabkan hampir semua bahaya akan kanker.

Mengutip dari laman resmi Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebutkan nikotin tidak menyebabkan kanker. Bahan kimia beracun lainnya dalam rokok seperti TAR dan karbon monoksida yang justru merusak kesehatan.

“Orang mengonsumsi rokok, tetapi mati karena asap rokok,” kata Maria Chaplia, Manajer Riset di Consumer Choice Center seperti dikutip dari indiatimes.com..

Uap rokok elektrik tidak mengandung tar atau karbon monoksida, dua elemen paling berbahaya dalam asap tembakau. Selain itu, uap rokok elektrik mengandung beberapa bahan kimia lainnya, tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah.

3. Paparan uap rokok elektrik berbahaya bagi orang sekitar.

Asap rokok memang berbahaya bagi orang sekitar terutama yang bukan perokok. Namun hal ini tidak berlaku untuk uap rokok elektrik. Cairan rokok elektrik biasanya terdiri dari nikotin, propilen glikol dan atau gliserin, serta perasa. Tidak seperti rokok, tidak ada uap aliran samping yang dipancarkan oleh rokok elektrik ke atmosfer, hanya aerosol yang dihembuskan.

Bukti tinjauan dari lembaga kesehatan masyarakat Inggris menemukan bahwa hingga saat ini, tidak ada risiko kesehatan yang teridentifikasi dari uap vape terhadap kesehatan sekitarnya. Meski begitu, ada baiknya untuk tidak merokok elektrik di sekitar anak-anak.

4. Vape dapat membuat anak muda menjadi seorang perokok

Sejauh ini tidak ditemukan bukti yang mendukung atas kekhawatiran bahwa rokok elektrik adalah rute menuju menjadi perokok di kalangan anak muda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!