Impor Tirai Diselidiki KPPI, Ancaman Serius?
Kamis, 28 April 2022 - 10:19 WIB
“Dari bukti awal permohonan penyelidikan perpanjangan yang disampaikan API, KPPI menemukan fakta adanya lonjakan jumlah impor produk tirai, kerai dalam, kelambu, dan barang perabot lainnya dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon,” terang Ketua KPPI Mardjoko, Kamis (28/4/2022).
Mardjoko menyampaikan, kerugian serius atau ancaman terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk selama periode 2019-2021. Di antaranya kerugian finansial secara terus-menerus akibat menurunnya volume produksi dan penjualan domestik.
Selanjutnya, kenaikan persediaan akhir karena meningkatnya jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya produktivitas, dan berkurangnya jumlah tenaga kerja. Pemohon masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan secara optimal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2019-2021, Mardjoko menerangkan, telah terjadi penurunan jumlah impor barang tirai (termasuk gorden), kerai dalam, kelambu tempat tidur, dan barang perabot lainnya dengan tren sebesar 53,62 persen.
"Namun, pada 2020-2021, kembali terjadi peningkatan jumlah impor produk yang sama sebesar 4,10%," katanya.
Mardjoko menyampaikan, kerugian serius atau ancaman terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk selama periode 2019-2021. Di antaranya kerugian finansial secara terus-menerus akibat menurunnya volume produksi dan penjualan domestik.
Selanjutnya, kenaikan persediaan akhir karena meningkatnya jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya produktivitas, dan berkurangnya jumlah tenaga kerja. Pemohon masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan secara optimal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2019-2021, Mardjoko menerangkan, telah terjadi penurunan jumlah impor barang tirai (termasuk gorden), kerai dalam, kelambu tempat tidur, dan barang perabot lainnya dengan tren sebesar 53,62 persen.
"Namun, pada 2020-2021, kembali terjadi peningkatan jumlah impor produk yang sama sebesar 4,10%," katanya.
Lihat Juga :